0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Ada Gejolak, Tarif Angkutan Tidak Turun

dok.timlo.net/agung widodo
Sejumlah angkutan di Pasar Bunder Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sragen tetap memilih untuk tidak menurunkan tarif angkutan umum paska turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya penurunan harga pada awal April lalu dinilai tidak berimbas pada harga kebutuhan lain.

”Penurunan harga BBM tidak berimbas ke yang lain seperti kebutuhan pokok dan suku cadang justru cenderung naik,” kata Kepala Dishubkominfo Sragen, Heru Martono, Selasa (12/4).

Heru menjelaskan, tidak efektif kalau harus memaksa sopir menyediakan uang recehan untuk kembalian ongkos jika tarif diturunkan. Selain itu sejak kenaikan juga tidak ada protes dari penumpang angkutan dengan tetap memakai harga yang sama.

Pihaknya mengapresiasi dan sependapat dengan Surakarta yang juga tidak menaikkan tarif angkutan. Meskipun kabupaten lain ada yang menurunkan tariff angkutan.

Salah satu supir angkot 01, Basuki (50), warga Desa Krakal, Kecamatan Jenar mengaku penurunan harga BBM tidak berdampak banyak bagi pengemudi angkot Sragen. Pasalnya pendapatan sopir angkot dengan tarif yang ada saat ini tidak sebanding untuk kebutuhan hidup. Rata-rata sopir angkot hanya mendapat hasil bersih Rp 500.000 dalam sebulan.

”Apalagi jaman sekarang ini sepi penumpang, orang-orang yang di desa naiknya sepeda motor semua. Termasuk anak sekolah rata-rata banyak naik motor,” ujarnya.

 

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge