0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keluarga Siyono Dipanggil Polisi

Sejumlah warga masyarakat menyaksikan proses otopsi jenazah Siyono (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Paska pengumuman hasil otopsi Komnas HAM bersama PP Muhammadiyah, keluarga almarhum Siyono di Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, dipanggil polisi. Mereka disinyalir dimintai keterangan terkait penangkapan Siyono pada Selasa, 8 Maret lalu.

“Ada surat panggilan dari Polri ke keluarga, terutama ayah Siyono (Marso),” kata Ketua Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Bambang Sukoco, Selasa (12/4).

Selain datang memberikan penjelasan hasil otopsi, pihaknya mewakili Muhammadiyah sebagai kuasa hukum untuk mendampingi keluarga Siyono. Dari pertemuan itu, diketahui Marso dan Wagiyono (kakak Siyono) mendapat surat panggilan ke Mapolsek Cawas.

”Kami akan melakukan pendampingan. Ini kita anggap kasus kematian Siyono (hubungannya) dengan keluarga itu sudah selesai. Ini sudah kaitannya dengan permasalahan hukum. Jadi kalau nanti misalnya keluarga dibawa-bawa, nah itu secara psikis akan berpengaruh,” ungkap Bambang.

Ditegaskan, PP Muhammadiyah berkomitmen mengungkap kasus kematian Siyono secara terang benderang sebagai bentuk tanggungjawab moral. Harapannya, kasus serupa tidak terulang kembali dalam pemberantasan teroris dan pencegahan radikalisme.

”Ini kami lakukan bukan berarti Muhammadiyah membela teroris. Muhammadiyah itu anti teroris. Tapi kemudian teroris itu diberantas tapi tidak dengan teror balik seperti ini. Kami melakukan pembelaan ini agar tidak ada Siyono-Siyono lanjutan setelah ini. Cukup Siyono lah sebagai anak bangsa mendapatkan perlakuan seperti ini. Kalau ada yang mengatakan Muhammadiyah membela teroris, itu gila,” tegas Bambang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge