0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKL City Walk Minta Balik Kandang

timlo.net/ichsan rosyid
PKL City Walk beraudiensi di Kantor DPP, Kompleks Balai Kota Solo, Selasa (12/4) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pedagang Kaki Lima (PKL) gerobak kuning yang kini menempati jalan di Timur Sriwedari mendatangi Kantor Dinas Pengelola Pasar (DPP) di kompleks Balai Kota Solo, Selasa (12/4). Mereka meminta DPP mengembalikan mereka ke tempat semula di City Walk setidaknya sampai September mendatang.

“Beberapa PKL sudah mencoba berjualan di sana. Hasilnya, tetap saja sepi pembeli dan malah rugi,” kata Ketua Paguyuban PKL Gerobak Kuning, Sukirno.

Ia mengaku saat ini sedang dalam posisi sulit. Di satu sisi, Pemkot mendesak para PKL untuk berjualan di lokasi baru, di sisi lain PKL anggotanya terus merugi setiap hari. Padahal kebutuhan hidup saat ini sedang tinggi.

“Banyak teman yang bingung karena butuh uang untuk masuk sekolah dan persiapan lebaran. Padahal di bulan puasa, kita tidak bisa jualan,” kata dia.

Mengenai kesediaan PKL mengikuti boyongan ke lokasi baru di Timur Stadion Sriwedari 1 April lalu, dirinya tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, pada saat rapat keputusan relokasi tanggal 31 Maret lalu, ia berhadapan langsung dengan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Dinas-dinas terkait dan bursa mobil Sriwedari pun mendukung kebijakan tersebut.

“Jadi kita tidak bisa menolak keputusan itu. Tidak mungkin saya melawan pemerintah,” kata dia.

Salah satu pedagang, Rismianto merasa kebijakan tersebut dipaksakan. Pasalnya di lokasi tersebut belum ada shelter. Padahal sebelum-sebelumnya Pemkot selalu membangunkan shelter terlebih dahulu sebelum merelokasi PKL.

“Ini belum ada apa-apa sudah dipindah. Iya kalau anggarannya ada. Kalau tidak ada berarti kita harus menunggu sampai tahun depan,” tegas pria yang sehari-hari berjualan soto lamongan itu.

Senada, pedagang lain, Marsono menyayangkan sikap Pemkot yang dinilainya semena-mena. Bukannya menyediakan fasilitas yang layak sebelum merelokasi, jadwal kepindahan mereka justru dimajukan.

“Rencana awal waktu sosialisasi dulu kan sebenarnya kita pindah Bulan September. Tapi ini malah maju jadi April,” keluhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge