0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Alasan Penundaan Penerbitan Kartu Kuning

Para siswa melihat lowongan kerja yang ada di Dinsosnakertrans Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)
Klaten — Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten menunda pemberian kartu kuning bagi pencari kerja yang baru selesai mengikuti Ujian Nasional (UN) 2016. Kebijakan itu dilakukan untuk melindungi para pencari kerja pemula tersebut.
“Memang sudah ada beberapa pelajar terutama dari pelajar SMK yang mengajukan kartu kuning untuk syarat melamar pekerjaan. Tapi untuk sementara tidak kami berikan. Kalau belum lulus jangan dulu,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Klaten Sugeng Haryanto, Selasa (12/4).
Penjelasan serupa juga disampaikan Staf Fungsional Pengantar Kerja Kementerian Tenaga Kerja, Dinsosnakertrans Klaten, Ratri Wiryani. Menurut dia, tidak bisa dipungkiri beberapa biro tenaga kerja atau perusahaan memanfaatkan momentum paska UN SMA/SMK sederajat untuk gerilya menjaring pekerja pemula.
 “Setelah UN perusahaan sudah gerilya. Mereka diiming-imingi, daripada menganggur lebih baik kerja dulu. Tapi kalau sudah diterima kerja, gajinya mereka akan disamakan dengan lulusan SMP. Kan kasihan mereka sudah tiga tahun menempuh tingkat SMK,” ungkap Ratri.
Dari pantauannya, perusahaan tersebut rata-rata bergerak di bidang garmen yang tersebar di Solo Raya. Untuk mengantisipasinya, Dinsosnakertrans juga melakukan sosialisasi tersebut di kantong-kantong Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK.
“Bahkan ada juga yang datang bersama orangtuanya, namun setelah kami berikan penjelasan mereka memahami. Hal ini tentu untuk melindungi para pencari kerja agar mendapatkan upah yang layak sesuai pendidikannya. Maka surat keterangan kelulusan tadi menjadi penting,” tandas Ratri.
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge