0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

12 Kasek Myanmar Kunjungi SMK Santo Mikael

dok.timlo.net/tyo eka
12 Kepala sekolah asal Myanmar kunjungi SMK Santo Mikael Solo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sebanyak 12 Kepala sekolah (Kasek) asal Myanmar mengunjungi SMK Katolik Santo Mikael Solo, Selasa (12/4). Kedatangan mereka diterima oleh Koordinator Teaching Factory, Fendy Wijarwanto beserta jajarannya, di sekolah setempat, Karangasem, Solo.

Kepada ke 12 Kasek Myanmar, Fendy menerangkan, SMK Katolik Santo Mikael Solo menerapkan Production Based Education Training (PBET), yakni menggabungkan antara kegiatan produksi dan edukasi.

“Sejak di bangku sekolah, siswa SMK Katolik Santo Mikael yang fokus pada teknik permesinan diajari untuk menghayati dinamika dunia industry,” jelas Fendy.

Menurut Fendy, para siswa menjalani praktik kerja dengan tuntutan standar kompetensi dan kualitas yang berlaku di dunia industri, termasuk menjalani praktik kerja di bengkel hingga malam hari. Dalam hal ini, SMK Katolik Santo Mikael menerapkan jadwal blok, satu pekan teori dan satu pekan praktik. Para siswa digilir untuk merasakan praktik pada pagi atau malam hari.

“Supaya siswa tidak kaget dengan dunia kerja,” ujarnya.

Fendy juga menerangkan, modul selalu dikembangkan dan setiap tahun diperbaharui, sehingga adaptif terhadap perkembangan dunia industri. Seiring itu, berbagai masukan dari siswa, orangtua, masyarakat, dan dunia usaha dipertimbangkan untuk bisa meningkatkan pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, Myo Myint Aung, salah seorang Ksek Government Technical High School Hinthada, memuji metode pembelajaran yang diterapkan di SMK Katolik Santo Mikael.

“Salah satu yang menarik, para siswa sudah dibiasakan dengan lingkungan atau dunia industri, hal ini akan menguatkan mental mereka pada saat lulus dan masuk dunia kerja,” ungkap Myo Myint Aung.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge