0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswa Tunanetra Enggan Kerjakan Soal UN Huruf, Mengapa?

dok.timlo.net/tyo eka
Dr Munawir Yusuf (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pakar Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr Munawir Yusuf menyatakan, siswa berkebutuhan khusus terutama siswa tunanetra peserta ujian nasional (UN) tahun 2016 telah diakomodir kebutuhannya terutama penyediaan soal yang berhuruf Braille.

“Meski dalam pelaksanaan UN jenjang SMA/SMK disediakan naskah berhuruf Braille, umumnya para siswa enggan menggunakan soal berhuruf Braille yang telah disediakan, tetapi memilih dibacakan daripada mengerjakan dengan Braille,” jelas Munawir kepada Timlo.net, di Kampus UNS, Solo, Selasa (12/4).

Namun demikian, menurut Munawir, fakta di lapangan tidak bisa diambil kesimpulan bahwa mereka, semua siswa yang tuna netra atau low vision tidak mau menggunakan huruf Braille.

Keengganan siswa tunanetra menggunakan huruf Braille, menurut Munawir, karena mereka terbiasa belajar dan diajar dengan cara dibacakan, sehingga mereka belum familier. Karena belum familier itulah, mereka dalam ujian nasional lebih memilih dibacakan daripada membaca sendiri soal yang berhuruf familier.

Ke depan, menurut Munawir yang juga Ketua Komite SMAN 3 Solo, naskah soal bagi siswa berkebutuhan khusus agar disempurnakan, karena pada bagian-bagian tertentu yang menyangkut IPA atau matematika tidak semua tunanetra punya penguasaan yang cukup. Karena itu, sekolah dituntut untuk mempersiapkan mereka siswa yang berkebutuhan khusus tersebut.

“Di lapangan kami menyarankan kalau ada tunanetra ternyata lebih enjoi dengan dibacakan maka difasilitasi dengan dibacakan. Tetapi kalau mereka ternyata enjoi dengan Braille maka musti dibiasakan menggunakan Braille,” jelasnya.

Terkait UN bagi siswa berkebutuhan khusus ke depan, kata Munawir, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kesiapan sekolah dalam menyiapkan naskah soal berhuruf Braille bagi calon peserta tunanetra. Kedua, bagi pihak penyelenggara harus mengindentifikasi sekolah-sekolah yang menggunakan Braille dan menyiapkan pengawas yang siap membacakan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge