0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perusak Mobil Ini Diancam 12 Tahun Penjara

merdeka.com
Perusak mobil letter L (merdeka.com)

Timlo.net — Tiga pelaku perusak mobil saat konvoi Aremania di Kota Malang, mengaku terprovokasi oleh teriakan ajakan untuk menghancurkan mobil tersebut. Secara spontan ketiganya, AW (22), MDA (17) dan WPM (17) memukuli, menendang dan menginjak-injak atas body mobil.

Pelaku saat itu tidak peduli dengan keberadaan balita yang duduk di kursi depan. Aksi tanpa kontrolnya itu membuat kaca dan body mobil Honda Stream itu hancur tak berbentuk.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, saat konvoi ada yang berteriak ‘hancurkan’, seketika pelaku melakukan aksinya itu. Tapi pelaku tidak tahu siapa yang berteriak,” kata Kasat Reskrim Polresta Malang, AKBP Tatang Panjaitan di Mapolresta Malang, Senin (11/4).

Kebetulan yang berpapasan saat itu kendaraan mobil Honda Stream bernopol L 1453 EM ( Surabaya), yang direpresentasikan secara salah sebagai Bonek, supporter Persebaya. Padahal mobil tersebut milik Michelle Yudha (34) warga Borobudur Agung Barat, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Saat itu ketiganya menggunakan angkutan kota jalur GA. Angkot tersebut milik orangtua tersangka yang disupiri oleh anak-anak juga.

“Ada yang memukul mobil dengan bebatuan yang ditemukan di lokasi, mengangkat mobil, menginjak-injak mobil. Kita amankan ketiga tersangka saat itu juga,” katanya.

Karena masih di bawah umur, dua pelaku yang protolan SD itu tidak ditahan, dengan jaminan kedua orangtuanya. Sementara satu orang menjalani penahanan.

Sebelumnya diberitakan, mobil Michelle Yudha (34) dihancurkan oleh peserta konvoi Aremania. Korban yang berniat menidurkan balitanya dengan mengajak jalan-jalan ke sebuah minimarket dihadang dan mobilnya dihancurkan.

Lokasi kejadian di depan sebuah minimarket, Jalan Mayjend Panjaitan Kota Malang. Akibat kejadian itu mobilnya mengalami kerusakan bagian kaca samping kiri dan belakang pecah. Kaca kiri tengah retak, serta bagian lampunya pecah.

Nilai kerugian akibat kejadian itu ditaksir sekitar Rp 60 Juta. Lebih dari itu, anak korban yang berusia 3 tahun mengalami ketakutan akibat perilaku kasar tersebut.

Korban sendiri sempat mengenali pelaku yang menggunakan angkutan dan sepeda motor. Karena itu polisi dengan mudah bisa menangkap pelakunya.

Pelaku diancam Pasal 170 KUHP tentang Pengerusakan Bersama-sama Terhadap Barang. Pelaku diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge