0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaku Bisnis Belum Terapkan RTH Minimal 10 Persen

Masyarakat berkegiatan di Hutan Kota Manahan (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Banyak pelaku bisnis di Solo yang belum meluangkan 10 persen dari lahannya untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat. Padahal peraturan itu sudah ditetapkan dalam Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang. Hal itu terungkap dalam acara Focused Group Discussion (FGD) di Hotel Sahid Jaya, Senin (11/4).

“Banyak yang belum bisa melaksanakan dengan alasan keterbatasan lahan. Padahal Pemkot (Pemerintah Kota) sudah memberi banyak kelonggaran,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup dan Konservasi Sumber Daya Alam, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo, Luluk Nur Hayati usai acara.

Kebanyakan pelaku bisnis lebih mengutamakan kepentingan bisnis. Dibanding memanfaatkan lahan untuk RTH, lahan yang ada digunakan untuk parkir atau untuk area bongkar muat. Pemkot sendiri telah memberi alternatif kepada pelaku bisnis untuk membuat taman vertikal, di atas atap (rooftop) atau dengan pergola.

“Tapi masih ada saja yang belum menjalankan,” kata dia.

Ia menambahkan kendala tersebut banyak dialami pebisnis kecil. Sedangkan pebisnis atau instansi besar banyak yang sudah melaksanakan aturan tersebut. Bahkan sejumlah instansi sudah menyediakan RTH lebih dari 10 persen.

“Harus ada kesadaran dari masyarakat untuk ikut berkontribusi. Kedepan mungkin kita perlu memberi insentif untuk pengusaha atau instansi yang sudah memenuhi kewajiban RTH 10 persen,” tuturnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge