0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Demi Sertifikasi, Ini yang Dilakukan Guru Wonogiri

Guru mengajar di sekolah (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ternyata untuk meraih predikat sertifikasi, para guru ini rela merogoh kocek puluhan juta rupiah. Bahkan tahun ini total dana yang dikeluarkan para guru di Wonogiri nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Tergantung jenjang sekolahnya,nominalnya mulai kisaran Rp 7 juta hingga Rp 15 juta per guru,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Wonogiri, Tunggal Widodo, Senin (11/4).

Sedangkan tahun ini, menurut Tunggal Widodo, semua guru yang mengajukan sertifikasi mandiri ada ratusan guru.

“Total dananya hampir mencapai Rp 6,5 miliar,” terangnya

Dikatakan, total guru yang mengajukan proses sertifikasi mandiri 2016 ini mencapai 595 orang. Terdiri atas 133 guru TK, 170 guru SD, 6 guru SLB, 109 guru SMP, 38 guru SMA, dan 139 guru SMK. Masing-masing menyediakan  uang Rp 7 juta untuk TK, SD dan SLB, sedangkan SMP keatas wajib menyetorkan Rp 15 juta ke panitia pusat.

“Itu untuk yang mandiri atau SGPPG (Sertifikasi Guru Pendidikan Profesi Guru), kalau yang non mandiri atau PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) tidak membayar karena ditanggung pemerintah,” ungkapnya.

Ditambahkan, jalur non mandiri hanya bisa diikuti oleh guru yang sudah mengabdi sebelum 1 Januari 2006. Bagi mereka yang diangkat setelah itu jika ingin mengantongi sertifikasi wajib membayar secara mandiri.Namun demikian, kendati telah membayar, tidak jaminan guru yang bersangkutan akan lolos sertifikasi. Hal itu tergantung dari  penilaian di kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

“Walaupun biaya mahal,tapi animo guru banyak sekali,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge