0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fahri Hamzah Dipecat, Ini Tanggapan Ketua PKS Solo

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, Abdul Ghofar Ismail (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Pemecatan kader dari partai pengusung adalah sebuah kewajaran. Hampir, di seluruh partai politik memiliki kader yang mbalelo dan susah dikontrol oleh pengurus partainya.

“Termasuk dalam kasus FH (Fahri Hamzah) ini, pasti partai memiliki alasan yang kuat mengeluarkan yang bersangkutan,” kata Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, Abdul Ghofar Ismail, Senin (11/4).

Dalam sebuah partai politik, kata Ghofar, pasti terdapat satu atau dua kader yang susah untuk diatur. Dalam internal Partai Keadilan Sejahtera(PKS) Solo sendiri, Ghofar mengaku memang terdapat kader susah diatur. Namun, itu hanya segelintir saja. Disamping itu, kelakuan kader mbalelo di tingkat Solo masih dapat diperbaiki dan dibina supaya selaras dengan keinginan partai.

“Kalau sampai dipecat, pasti sudah kelewatan banget kan. Untuk di Solo sendiri, masih bisa dibina dan dinasehati. Jadi tidak sampai pada pemecatan,” terang Ghofar.

Sementara, Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Solo, Umar Hasyim mengatakan kader partai berasal dari dari latar belakang yang berbeda sehingga memiliki watak dan karakter yang berbeda-beda pula. Namun demikian selama kadernya mampu untuk menjaga martabat partai serta tidak melanggar apa yang tertuang di Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai maka pihaknya tidak akan mengotak-atik dari posisi ataupun jabatan di kepengurusan.

Untuk DPC PAN Solo Sendiri, lanjut Umar, memilih untuk membekali kadernya untuk dididik dan dikembangkan kemampuannya dalam berpolitik melalui sebuah pelatihan internal.

“Jadi, kader yang dibentuk bisa selaras dengan visi misi dan keinginan partai,” terang Umar.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge