0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Alasan Penanganan Jalan Berlubang Menjadi Sangat Lama

Ketua Komisi II DPRD Solo YF Sukasno (dok.timlo.net/red)

Solo – Mekanisme lelang dalam penanganan kerusakan jalan berskala kecil dinilai anggota DPRD Solo memperlama proses perbaikan. Seharusnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memiliki unit tersendiri yang dengan cepat menangani kerusakan jalan.

“Sebenarnya, Pemkot bersama Satlantas Polresta Solo telah bekerjasama menentukan jalan yang rusak. Tapi, penanganan jadi lama ketika harus memasuki proses lelang untuk menjaring pihak ketiga,” jelas Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno, baru-baru ini.

Politikus PDIP ini mencontohkan, seperti di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang. Mereka memiliki unit reaksi cepat bermodel swakelola untuk memperbaiki kerusakan ringan yang terjadi di jalan kawasan tersebut. Di samping itu juga, unit tersebut didukung dengan alat, lokasi pengolahan aspal serta tenaga tersendiri untuk pemeliharaan jalan.

“Sebenarnya Pemkot sudah memiliki tim sapu lubang. Namun, ini lebih optimal jika mereka juga memiliki alat sendiri. Sehingga, dalam penanganan lubang jalan lebih efektif,” terang Sukasno.

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Supriyanto mengatakan, masalah biaya pemeliharaan jalan kadang kurang proporsional dengan kondisi lapangan. Mengingat, dana yang ditetapkan pada tahun ini merupakan proyeksi dari jumlah kerusakan jalan ditahun sebelumnya.

“Mestinya DPU tidak menunda pekerjaan, sehingga dana bisa optimal. Disisi lain, jumlah ini juga terus bertambah. Apalagi, dimusim penghujan yang mengakibatkan aspal tergerus dan mengakibatkan lubang,” kata Supriyanto.

Rata-rata, lanjut Supriyanto, lubang yang rusak di sejumlah jalan adalah kerusakan tahun kemarin. Jika ditahun lubang kerusakan jalan tersebut tidak diketahui, maka penanganan akan dilakukan pada tahun berikutnya.

“Kalau masalah dana kami siap untuk mendukung. Termasuk jika DPU ingin membuat program swakelola untuk perbaikan ringan jalan supaya lebih cepat,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge