0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mark Up Dana Lahan Pasar, Camat Dicokok Kejari

merdeka.com
Ilustrasi Korupsi (merdeka.com)

Timlo.net — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor kembali menahan pejabat Pemkot Bogor yang terlibat kasus dugaan mark up (penggelembungan) dana pengadaan lahan Pasar Jambu Dua senilai Rp 43,1 Miliar, Jumat (8/4).

Irwan Gumelar merupakan anak buah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang kini menjabat sebagai Camat Bogor Barat menyusul Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (KUMKM) Kota Bogor Hidayat Yudha Priatna yang lebih dulu dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Paledang, Bogor oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor dalam kasus serupa, Kamis (08/04).

Bersamaan dengan Irwan, Kejari Bogor juga menahan Roni Nasru Adnan, Ketua Tim Appraisal (penaksir harga tanah).

Keduanya sempat mangkir dalam panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dengan alasan bertugas dinas di luar kota. Makanya ketika pemeriksaan dijadwalkan ulang, pihak Kejari pun langsung menahan dan menitipkan keduanya ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Paledang Klas II A Bogor, menyusul Hidayat.

“Penyidik menyerahkan dua orang tersangka ke penyidik umum dengan inisial IG dan RN. Dan oleh penyidik umum untuk dilakukan penahanan selama 20 hari di LP Paledang,” jelas Kepala Seksi Intel Kejari Bogor, Andhie Fajar Aryanto dalam keterangan persnya, Jumat (08/04).

Penahanan keduanya mengacu pada pasal 20 ayat 2 pasal 21 dan pasal 22 kuhap dengan masing-masing nomor sprint 674/o.2.12/ft.1/04/2016 tanggal 8 April 2016 dan nomor 673/o.2.12/ft.1/04/2016 tanggal 8 April 2016. “IG selaku eksekutif atau dari pemerintahan Kota Bogor dan RN sebagai appraisal,”katanya.

Dia menjelaskan saat pengadaan lahan berlangsung, Irwan Gumelar menjabat Camat Tanah Sareal dan kini aktif menjabat Camat Bogor Barat. Sedangkan Roni Nasru Adnan, saat itu berperan sebagai Ketua Tim Penilai Appraisal atau tim teknis penaksir awal.

Mereka ikut terlibat dalam kasus dugaan penyimpangan. Perihal kemungkinan adanya tersangka lain atau pihak lain yang terlibat, Andi menjawab singkat saat ini pihaknya masih melihat lebih jauh lagi. Terhadap ketiganya, lanjut dia, akan segera dilimpahkan ke proses penuntutan di Tipikor Bandung.

Dalam kesempatan itu, Andi juga menjelaskan bahwa belum ada jawaban untuk permohonan yang diajukan Pemkot Bogor atau Walikota Bogor Bima Arya.

“Soal surat dari pemkot atau walikota kemarin, ini perlu diluruskan. Bukan surat penangguhan tapi pengalihan status penahanan dari tahanan rutan menjadi tahanan kota. Dan saat ini masih dilakukan pengkajian oleh tim,” tandasnya.

Dengan mengenakan seragam tahanan berwarna orange, Irwan dan Roni dibawa ke LP Paledang. Saat itu Irwan terus menunduk. Pun demikian dengan Roni. Saat ditanya wartawan mengenai apakah ada upaya pembelaan, Irwan menjawab singkat.

“Iya insyaallah, iya insyaallah yah,” ujarnya sambil masuk mobil.

Kasus dugaan penggelembungan pada pengadaan lahan Pasar Jambu Dua ini terjadi pada akhir 2014. Saat itu Pemkot Bogor, melakukan pengadaan/pembebasan lahan untuk program penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nantinya akan dimasukkan ke pasar tersebut.

Adanya markup dan korupsi di situ tercium oleh pihak Kejaksaan Negeri Bogor pada awal 2015 dan langsung dilakukan penyelidikan hingga akhirnya penetapan tersangka. Total anggaran dalam kasus ini sebesar Rp 43,1 Miliar dengan luas lahan 7.302 meter persegi. Sementara yang berhasil disita Kejari sebesar Rp 26,9 Miliar.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge