0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ladang Tertutup Pasir, Petani Belum Bisa Tanam Cabe

Material banjir berupa pasir dan batu masih menimbun lahan pertanian warga di Desa Jrakah, Selo (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Dua pekan sejak bencana banjir melanda wilayaj Desa Jrakah, Selo, Boyolali, sejumlah petani hingga saat ini belum bisa menanami lahan mereka. Pasalnya, material pasir dan batu masih menutup lahan.

“Tidak hanya itu, hasil panen juga ikut hanyut terbawa longsor,” kata Kades Jrakah, Slamet, Jumat (8/4).

Setidaknya, menurut Slamet, ada 21 petani yang hingga kini belum bis menanami ladangnya. Saat musibah terjadi, kebanyakan lahan yang terkena longsor ditanami cabe. Sedangkan kerugian pertanian mencapai Rp 600 juta.

“Kita masih menunggu bantuan dari pemerintah,” tambahnya.

Selain menerjang lahan pertanian, banjir bandang juga menghanyutkan dua jembatan yakni jembatan penghubung Dukuh Citran, Jrakah dengan Dukuh Gratan, Wonolelo serta jembatan penghubung Dukuh Citran dengan Dukuh Tempel, Wonolelo.

“Kita belum tahu apakah jembatan bisa dibangun lagi atau tidak, setahu kita sudah ada tim DPU ESDM yang mengecek ke lokasi,” imbuhnya.

Sementara batu dan pasir hingga saat ini masih menutupi aliran Sungai Gratan dan Sungai Tempel. Warga tidak berani mengotak-atik material tersebut karena masyarakat juga masih waspada terhadap potensi bencana susulan.

“Kita masih waspada, apalagi curah hujan masih tinggi,” ujarnya.

Tim Siaga Desa (TSD) Jrakah akan menyusuri kembali sumber mata air di Gunung Merbabu untuk memastikan apakah sumber mata air pemicu banjir bulan lalu masih ada atau tidak. Jika masih berbahaya, pihaknya akan segera menyampaikan ke pemerintah. Namun, bila penyebab banjir dan longsor karena hutan gundul, maka perlu dilakukan reboisasi.

“Rencananya 19 anggota akan melakukan penelusuran lagi,” ungkapnya.

Salah satu petani, Sumanto, berharap material pasir dan batu yang menimbun lahanya segera bis dibersihkan. Sehingga dirinya bisa kembali menanam sayuran.

“Ini sudah dua minggu, lahan kita biarkan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge