0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

GP Ansor Dilarang Berpolitik Praktis

GP Ansor Sragen (agung widodo)

Sragen — Kaum muda Nahdatul Ulama (NU) yang diwadahi dalam suatu organisasi masa (Ormas) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dilarang terlibat dalam politik praktis. Namun faktanya, selama ini GP Ansor di Sragen dinilai belum memposisikan diri sebagai kekuatan pemuda yang mampu menjaring kekuatan sosial di tengah masyarakat.

“Para pribadi masih terjebak dalam politik praktis. Sehingga ke depan, GP Ansor harus menguatkan kegiatan sosial di tengah masyarkat dengan dasar NU dalam mengembangkan ajaran ahlus sunnah waljamaah,” kata Wakil Ketua PC NU Sragen, Muhammad Fadlan, Kamis (7/4).

Hal itu dikatakan Fadlan, lantaran dalam waktu dekat ini bakal diadakan pemilihan Ketua GP Ansor Sragen. Dalam kepengurusan yang baru nanti, GP Ansor harus bisa merapatkan barisan dalam mengamankan bangsa dan negara, serta membangun kekuatan sosial keagamaan di masyarakat.

Menurutnya, calon ketua harus mempunyai visi ke depan yang sejalan dengan pemikiran NU, menguasai sosial politik dan program gerakan muda Nadliyin ikut memperjuangkan rakyat lemah. Selain itu, GP Ansor juga harus mampu menjaga keamanan dan ketentraman di tengah plurarisme bangsa.

“Sehingga pluralisme jangan sampai dianggap ancaman namun sebagai keanekaragaman yang harus dijaga dan dikawal kalangan Ansor,” kata Fadlan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge