0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DKP Nilai Plastik Berbayar Tidak Efektif

Kepala DKP Solo Hasta Gunawan (dok.timlo.net)

Solo – Kendati sempat dikampanyekan beberapa waktu lalu, diet sampah plastik nampaknya belum dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan Kota Solo. Pasalnya jumlah sampah plastik tidak mengalami penurunan signifikan.

“Kalau pun ada penurunan, jumlahnya sedikit sekali. Kalau saya perhatikan masih relatif sama dengan sebelumnya,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Hasta Gunawan, Kamis (7/4).

Menurutnya, peraturan dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) terkait kantong plastik berbayar tidak banyak membantu. Masyarakat masih banyak mengkonsumsi plastik lantaran peritel tidak mau menyediakan keranjang atau tas berbahan nonplastik untuk para pelanggan.

“Masyarakat cenderung mau membeli plastik karena harganya hanya Rp 200. Itu baru akan efektif kalau harga plastik dibuat mahal sekali sehingga masyarakat pilih membawa tas sendiri,” kata dia.

Ia menerangkan, permasalahan utama disebabkan Pemerintah Kota (Pemkot) tidak bisa berbuat banyak kepada para peritel. Pasalnya, peritel harus tunduk pada peritel pusat di Jakarta.

“Kita maunya mereka menyediakan tas kain keranjang belanja. Tapi mereka tidak mau karena tidak sejalan dengan kebijakan peritel pusat. Padahal peritel pusat hanya tunduk pada KLH,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Balai Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo, Widdi Srihanto menerangkan Kota Solo lebih mendorong penggunaan keranjang atau tas belanja dibanding penetapan harga plastik.

“Kita dorong peritel untuk membagikan tas. Dan kemarin waktu kampanye diet plastik mereka juga ikut membagikan tas ke masyarakat dengan dana CSR (Corporate Social Responsibility) mereka,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge