0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKB Tuding Ada Upaya Sistematis Geser Menteri Desa

merdeka.com
PKB (merdeka.com)

Timlo.net – Suasana di tubuh partai koalisi pendukung Pemerintah mulai ‘panas’ seiring santernya isu reshuffle jilid II. PKB menuding PDIP melakukan upaya sistematis untuk merebut kursi Menteri Desa Marwan Jafar.

Bukan tanpa alasan PKB melontarkan tudingan ini. Sekjen PKB Abdul Kadir Karding mengatakan adanya upaya sistematis itu terindikasi dari adanya pengorganisiran demo dana desa beberapa waktu lalu. PKB melihat istana cepat merespons ketimbang demo para guru honorer.

“Ada yang organisir demo dana desa. 300 orang diterima cepat. Demo guru guru honorer tidak diterima,” kata Abdul, Kamis (6/4).

Abdul tak mengatakan yang mengorganisir itu PDIP. Tapi dia menilai ada yang memprovokasi.

“Bisa jadi ada yang provokasi,” jelas dia.

Sebelumnya, Wasekjen PKB Daniel Johan mengatakan PKB sudah mengklarifikasi hal itu kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Hasto sudah telepon (tapi) membantah. Tapi kita lihat memang ada upaya sistematis, ada yang digerakin,” kata Daniel.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin dikabarkan marah besar mendengar ada upaya melengserkan Menteri Marwan. Menurutnya Cak Imin meminta PDIP melakukan dengan cara yang fair apalagi mereka bersatu dalam KIH.

“PKB lagi marah. Jangan pakai cara-cara jahat, ukurannya kinerja profesional,” tegas Daniel.

Dalam kabinet kerja Jokowi-JK, PKB memiliki jatah tiga kursi yakni Menteri Desa Marwan Jafar, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, dan Menteri tenaga kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri.

Dia heran, dari tiga kursi menteri itu, hanya posisi menteri desa yang ingin direbut. Politisasi dalam rekrutmen pendamping dana desa dijadikan salah satu peluru untuk melengserkan Marwan.

“Kemendes saja yang mereka serang dari awal. Soal itu (isu pendamping dana desa) juga termasuk. Padahal semuanya kan dari Menkeu langsung,” beber dia.

Daniel menuturkan, PDIP seharusnya memahami jika mereka dalam satu koalisi yang sama. Pernyataan PKB ini, kata dia sebagai sikap politik karena diperlakukan tidak adil oleh partai pemenang pemilu.

“Bukan soal ngambek, tapi jangan perlakukan PKB dengan tidak fair padahal kita koalisi. Selama ini PKB support apa yang dianggap PDIP penting,” imbuhnya.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge