0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Uang Tebusan Disiapkan, Negosiasi Jalan Terus

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu (merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah terus melakukan proses negosiasi dengan pihak Filipina terkait penyanderaan 10 orang warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf. Penyandera sendiri memberi tenggat waktu sampai Jumat (8/4) untuk pembayaran uang tebusan.

“Sekarang kami sedang berada pada tahap diplomasi dan negosiasi. Mudah-mudahan ini yang terbaik,” kata¬† Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, Kamis (7/4).

Dijelaskannya, pemerintah mempertimbangkan menempuh jalur militer untuk membebaskan 10 WNI tersebut. Sejauh ini, proses diplomasi merupakan langkah bijak yang dilakukan Indonesia.

“Karena kalau dengan kegiatan militer kan, ada dampaknya yang mati nanti. Kalau yang mati terorisnya enggak ada masalah. Nah, kalau yang mati rakyat kita kan, disayangkan. Kita tunggu saja,” terangnya.

Ditambahkannya, pemerintah juga sudah menyiapkan uang tebusan sesuai dengan permintaan kelompok Abu Sayyaf mengingat batas waktu penyerahan uang tebusan tinggal sehari lagi.

“Ya kan, masih besok (tenggat waktu uang tebusan). Nanti malam entah mungkin diundur lagi (tenggat waktunya) akan kami dengarkan. Tapi masih tahap negosiasi. Negosiasi itu kan, bisa mundur-mundur ya. Jadi saya harapkan negosiasi itu bagus,” tutur dia.

Kendati uang tebusan sudah disiapkan, Menhan menegaskan duit tersebut bukan milik negara.

“Pokoknya yang jelas bukan uang negara,” tuntasnya.

Kelompok Abu Sayyaf dalam tuntutannya meminta tebusan sebesar 50 juta Peso atau senilai Rp 15 miliar rupiah.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge