0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PPNI: Setiap Desa Harus Ada Satu Perawat

dok.timlo.net/tarmuji
Pelantikan Pengurus PPNI Wonogiri periode 2015-2020 (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Di era kebebasan ini sudah banyak negara lain mendirikan rumah sakit di Indonesia. Ironisnya, rumah sakit tersebut merekrut tenaga perawat dari luar negeri, lantaran perawat asli Indonesia dinilai kurang profesional.

“Kalau perawat Indonesia tidak terampil dan tidak profesional, jangan-jangan kita hanya menjadi tamu di negara sendiri,” ungkap Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng Edi Wuryanto saat pelantikan Pengurus PPNI Wonogiri, Kamis (7/4).

Dikatakan, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pihaknya mewacanakan setiap desa dan kelurahan minimal harus ada satu perawat.

“Sejumlah Pemkab/Pemkot di Jateng sudah merespon gagasan kami ini, mudah-mudahan Pemerintah Wonogiri juga segera merespon,” ujarnya.

Ditambahkan, selain menjaga profesionalitas, perawat Indonesia juga haru berpegang pada tiga “osS”, yakin Logos (ilmu), etos (semangat) dan patos (empati) dalam setiap melayani masyarakat sebagai perawat.

“Disinyalir ada pemodal asing mendirikan rumah sakit diperbatasan Jateng-Jatim .Dan lebih ngerinya mereka menggunakan tenaga perawat dan dokter dari luar negeri juga untuk mengembangkan rumah sakit itu,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge