0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Djan Faridz Siap Bikin Partai Baru?

Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP Jawa Tengah di salah satu rumah makan di Jl Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (6/4) (dok.timlo.net/achmad khalik)

Sukoharjo – Pendukung Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan(PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz akan membentuk partai baru demi mempertahankan kemurnian partai. Sikap tersebut juga didasari ketidaknetralan pemerintah ketika menyikapi konflik internal di tubuh partai berlambang kakbah tersebut.

“Jika akhirnya Pak Djan Faridz mendirikan partai baru, saya pastikan Jawa Tengah siap untuk ikut,” kata Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Ahmad Wafi Maimoen dalam pembukaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP Jawa Tengah di salah satu rumah makan di Jl Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (6/4).

Menurut Wafi, sikap militansi telah mendarah daging pada dirinya terhadap partai yang termasuk sepuh di Indonesia itu. Begitu juga kader lain di Jawa Tengah yang menjadi basis utama suara partai. Hal itu dikatakannya sebagai kader murni yang hanya ingin membesarkan partai. Ia pun menyatakan bahwa oknum kader yang sengaja memecah belah partai dengan membentuk partai abal-abal yang seakan-akan mirip PPP.

“Kita tidak perlu risau, akan kita kawal sampai titik darah penghabisan,” katanya.

Menanggapi hal ini, Djan Farid mengaku sepakat dengan adanya partai baru yang benar-benar berbasis Islam yang tentunya semangat dan jalannya sesuai dengan PPP. Namun, ia masih optimis bahwa PPP yang saat ini ia pimpin akan berhasil membuktikan kebenarannya.

“Partai baru itu sebagai tanda semangat kita masih solid mempertahankan marwah partai. Tapi itu sangat kecil terjadi karena kita yakin bahwa PPP akan kembali utuh,” katanya.

Dirinya menduga, kekeruhan di tubuh PPP diciptakan oleh pemerintah yang terlalu memaksakan diri mendapat dukungan. Padahal jika hal tersebut dilakukan secara baik masalahnya tidak akan serumit saat ini. Saat ini, pihaknya sedang memperjuangkan upaya perdamaian diluar hukum sesuai dengan kesepakatan dari berbagai pihak.

“Mudah-mudahan saja tanggal 13 April nanti perdamaian itu benar-benar terjadi,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge