0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pejabat BBWSBS Dituding Terima Gratifikasi

dok.timlo.net/red
ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Solo — Diduga menyalahgunakan jabatan, menerima gratifikasi, dan melakukan kecurangan dalam pengaturan pemenang lelang, salah satu pejabat Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dilaporkan ke Polda Jawa Tengah. Lembaga Pengawas Pelayanan Informasi Publik (LP3) Solo selaku pihak pelapor juga memberikan surat tembusan ke Kejaksaan Tinggi hingga KPK.

“Ada indikasi yang bersangkutan menerima sejumlah gratifikasi dari perusahaan rekanan yang mengerjakan proyek di bawah BBWSBS. Jumlahnya mencapai puluhan milyar rupiah,” ungkap Ketua LP3 Solo, Fajar Setiawan,Senin (4/4).

Selain itu pihak LP3 Solo juga telah melayangkan surat kepada Kepala BBWSBS Yudi Pratondo, tertanggal 31 Maret 2016. Surat itu telah diterima sekretarisnya pada 1 April 2016.

Perjabat yang dimaksud adalah Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pelaksanaan Air (PJPA) BBWSBS Bambang Heri. Dirinya diduga memiliki kapasitas untuk menentukan perusahaan rekanan yang akan menjadi pemenang dalam lelang yang dilakukan.

Salah satu proyek yang terindikasi adanya dugaan penyimpangan, dikatakan Sekretaris LP3, Dian Warih, adalah pembangunan Intake Bojonegoro Barrage di Kabupaten Bojonegoro yang dilelang pada Maret 2016. Menurut Dian Warih, dalam pelaksanaan lelang tersebut terjadi diskriminasi terhadap salah satu peserta lelang serta pemilihan pemenang lelang yang tidak prosedural.

“Ada 10 peserta lelang namun yang sesuai dengan persyaratan hanya 5, yakni PT Kharisma Bina Konstruksi, PT. Platinum Jaya Konstruksi, PT Permata Anugerah Yalapersada, PT Indopenta Bumi Permai, dan PT Gunung Makmur. Mereka ini berhak mendapat undangan klarifikasi.” papar Dian Warih.

Namun, salah satu di antara lima peserta yakni PT Permata Anugerah Yalapersada tidak mendapat undangan klarifikasi benomor KU.0301/ Panitia-PJPA/P.I. BJNBRG-GRK/PAB/2016/05. Namun, saat pengumuman pemenang lelang, justru PT Permata Anugerah Yalapersada ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek pembangunan Intake Bojonegoro Barrage.

Dia menyimpulkan, ada indikasi penyimpangan dalam penyelenggaraan lelang tersebut. Dugaan itu semakin kuat saat Dian Warih dan Bambang Heri terlibat dalam sebuah percakapan.

“Dia mengatakan, semua yang menawarkan teman saya. Saya kenal PT Permata Anugerah Yalapersada, PT Indopenta Bumi Permai, PT Gunung Makmur. Saya mau pilih yang mana teman semua,” ungkap Dian Warih mengulangi pernyataan Bambang Heri.

Hingga berita ini diturunkan, Bambang Heri tidak bisa ditemui dengan alasan dinas ke luar kota. Sementara Kepala BBWSBS Yudi Pratondo juga tidak bisa ditemui di kantornya pada Selasa (5/4) dan Rabu (6/4). Sedangkan upaya melakukan konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat juga menemui jalan buntu, lantaran tidak pernah ada jawaban.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge