0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiket Play-Off Satya Wacana di Depan Mata

Budi Sucipto otak permainan Satya Wacana Salatiga (ist)

Solo — Klub basket wakil Jateng, Satya Wacana Salatiga segera mencatatkan sejarahnya menyegel tiket play-off babak championship Indonesia Basketball League (IBL) musim ini. Anak asuh Efri Meldi menang tiga kali beruntun di seri V, Rabu (6/4) sore.

Respati Ragil Pamungkas dan kawan-kawan sukses menundukkan Bimasakti Nikko Steel Malang, 51-44 di C-Tra Arena, Bandung. The best double-double, Firman Nugroho, menorehkan 14 poin dan 13 rebounds bagi Satya Wacana di game ini. Performa Firman yang cemerlang turut didukung oleh rekan setimnya, Andre Adriano, yang mencetak 17 poin. Sementara itu, Yanuar Dwi Priasmoro membukukan 15 poin untuk Bimasakti.

Kedua tim memainkan Tempo permainan berjalan di kuarter pertama. Bimasakti sebenarnya banyak mendapat peluang untuk mencetak angka di kuarter pembuka ini. Namun, sayangnya hal itu tak diikuti dengan eksekusi yang baik dari para pemainnya. Di sisi lain, meski Satya Wacana hanya melakukan sembilan tembakan, mereka bisa lebih efektif dalam menghasilkan angka. Kuarter pertama berakhir dengan skor 12-10 untuk keunggulan tim asal Kota Malang.

Shooter Satya Wacana, Andre Adriano beberapa kali mendapatkan poin lewat tembakan. Satya Wacana pun berhasil unggul 24-18 pada pertengahan kuarter kedua. Namun, performa Satya Wacana mengalami penurunan setelah Firman ditarik keluar oleh pelatih. Para pemain Bimasakti pun lebih leluasa melakukan penyerangan, hingga akhirnya mereka berbalik unggul 26-24 sebelum jeda half time.

Strategi defense yang dijalankan oleh Satya Wacana berjalan dengan baik di kuarter ketiga. Memanfaatkan fastbreak, tim asal Salatiga itu pun berhasil merebut 15 poin beruntun, untuk berbalik unggul 39-28. Akan tetapi, Bimasakti bangkit di sisa waktu kuarter ketiga. Mengandalkan skill individu dari kapten Yanuar Dwi Priasmoro, Bimasakti memperkecil ketinggalan di akhir kuarter ketiga menjadi 38-44.

Situasi mengkhawatirkan menimpa Satya Wacana di kuarter keempat. Bigman mereka, Musthofa Ramadhan terkena foul out pada pertengahan kuarter. Selain itu, center andalan mereka, Firman Dwi Nugroho turut mendapat foul trouble. Rionny pun dimasukkan oleh pelatih Efri Meldi untuk menggantikan Musthofa. Meskipun begitu, Satya Wacana tetap bisa menjaga margin keunggulan, hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 51-44.

Dengan kemenangan ini, maka Satya Wacana sudah unggul 2-1 dalam rekor head to head melawan Bimasakti. Sebelumnya, mereka kalah 53-67 di seri II dan menang 47-41 di seri IV. Kini Satya Wacana naik ke posisi keenam dengan raihan 38 poin. Bimasakti berada di posisi kesepuluh dengan 30 poin.

“Kemenangan ini sangat berarti karena makin memperbesar peluang kami untuk lolos ke babak play off. Semoga saja, di laga yang tersisa anak-anak bisa tetap bisa bermain tenang dan menjaga fokusnya,” terang pelatih Satya Wacana, Efri Meldi usai pertandingan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge