0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PBB Tuntut Ahok Minta Maaf

Gubernur DKI jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (dok.merdeka.com)

Timlo.net —┬áPartai Bulan Bintang (PBB) menanggapi serius pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menuding pertai tersebut hendak mengubah Pancasila. Rencananya dalam waktu dekat PBB akan melaporkan Ahok ke Mabes Polri atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan fitnah.

“Satu sampai dua minggu ke depan akan kita laporkan ke Mabes Polri,” kata Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB), Jamaluddin Karim, Rabu (6/4).

Dia menjelaskan pernyataan Ahok tidak berdasar. Dia mengaku permasalahan tersebut tengah diproses oleh internal partai dalam hal ini lembaga advokasi.

“Sudah diserahkan ke lembaga advokasi partai. Yang jelas dari laporan sementara ini bisa diajukan,” ujar dia.

Dia mengaku enggan berkomunikasi dengan Ahok untuk meluruskan permasalahan ini. Dia menantang Ahok untuk bersifat kesatria dengan meminta maaf atas pernyataannya tersebut.

“Kalau ksatria akan minta maaf, kalau kurawa akan berkelit sana-sini,” sindir Jamaluddin.

Pihaknya menilai hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya gejolak dalam internal partai. Terlebih pada para kader partai di seluruh Indonesia.

“Kita buat kaya gini biar enggak ada gejolak. Ini untuk antisipasi kader-kader partai kita di seluruh Indonesia,” tutup dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi dengan marah Duta Besar RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra terkait tweet yang dilontarkan adik Yusril Ihza Mahendra tersebut.

“Itu kurang ajar begitu, namanya rasis. Itu Dubes Jepang adiknya Yusril ngomong pakai nasihat. Ini negara bahaya,” katanya.

Ahok menegaskan, ungkapan rasial itu tak mencerminkan Pancasila sila pertama berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ahok kemudian mengungkit-ungkit mantan Partai Masyumi yang dibubarkan pemerintahan Orde Lama.

Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpin Yusril mengklaim sebagai partai yang memperjuangkan ideologi Masyumi.

“Lain kali jangan taruh orang yang mau ubah sila pertama. Orang PBB pengen ubah Pancasila kayak Masyumi, itu masalah,” ujar Ahok ketus.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge