0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengenal Lebih Dekat Ledia Hanifa, Pengganti Fahri Hamzah

Ledia Hanifa Amalia (merdeka.com)

Timlo.net – Ledia Hanifa Amalia, ditunjuk menggantikan posisi Fahri Hamzah di kursi DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Siapa sebenarnya Ledia Hanifa ini?

Ledia lahir 30 April 1969 di Jakarta, dari pasangan Moeliana Sekar Asih dan Moechsoen. Anak pertama dari tiga bersaudara ini menyelesaikan sekolah dasar hingga SMA-nya di Jakarta.

Ketika kuliah di Fakultas MIPA Universitas Indonesia jurusan Kimia, Ledia bertemu jodohnya, Bachtiar Sunasto. Keduanya memutuskan menikah pada 13 Agustus 1989.

Pada tahun 2000, Ledia melanjutkan studi mengenai intervensi sosial pada program Magister Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).

Ibu yang dikaruniai 4 orang putra ini diketahui gemar melakukan aktivitas kemasyarakatan sejak masih duduk di bangku SMP. Ledia mulai terjun ke dunia politik sejak reformasi 1998 bergulir. Seiring berdirinya Partai Keadilan (PK) yang akhirnya berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dengan masuk ke dunia politik, banyak hal yang menurutnya bisa dikerjakan, terutama dalam pembuatan produk kebijakan. Sebelum terjun ke politik praktis, Ledia aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) ini meyakini dengan terjun ke politik, ia dapat lebih luas lagi mengabdikan dirinya untuk publik. Di bidang ketenagakerjaan, Ketua Bidang Humas Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia ini menegaskan, pihaknya mendorong BNP2TKI dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak terjadi dualisme dalam mengurus TKI/TKW.

Persoalan lainnya dalam hal kesehatan, Ketua DPP Bidang Kewanitaan PKS ini ini juga menginginkan pendistribusian tenaga kesehatan di daerah dilakukan secara merata. Termasuk revisi UU Kesehatan dan penerbitan UU Keperawatan.

Ledia mengaku, soal kesetaraan gender tidak ada masalah di PKS. Menurutnya, dalam praktiknya tidak ada lagi dikotomi laki-laki dan perempuan. Wanita ini berpendapat, semua kembali kepada kapasitas perseorangan.

Jika melihat jejak rekam Ledia, perempuan berkacamata ini tergolong aktif. Saat ini ia juga tercatat sebagai anggota Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (2009-2014).

Ia menjabat Ketua Departemen Kebijakan Kesehatan, Kependudukan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bidang Kebijakan Publik DPP PKS (2010-2015). Ledia juga menjadi anggota Majelis Pertimbangan PP Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia serta Ketua III PP Wanita PUI Ketua Divisi Diklat Kaukus Perempuan Politik Indonesia (2008-2010).

Sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014, ia terlibat dalam penyusunan Undang-undang BPJS sebagai perwujudan visinya memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat tanpa membedakan agama, suku, perempuan-lelaki, miskin-kaya. Termasuk di dalamnya langkah-langkah mendorong Kota Bandung dan Kota Cimahi menjadi pilot project penerima Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di 14 Puskesmasnya sebagai langkah awal persiapan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional di negeri ini.

Setelah sempat berkiprah di Komisi IX DPR RI yang membidangi persoalan Kesehatan, Ketenagakerjaan, Kependudukan dan Transmigrasi, Ledia kini diamanahkan bekerja di Komisi VIII yang membidangi lingkup Sosial, Agama, Bencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selanjutnya, Ledia dipercaya untuk duduk sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR. Terbaru, dia ditunjuk DPP PKS menggantikan Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR.

“Saya dicalonkan dan ditetapkan oleh pimpinan untuk mengemban amanah ini. Bagi saya sebagai kader harus mempersiapkan diri untuk ditempatkan di posisi manapun,” kata Ketua DPP PKS Ledia Hanifa Amalia.

Wakil ketua komisi IX ini berjanji akan bekerja maksimal sebagai pimpinan DPR.

“Bismillah semoga Allah memudahkan segala urusan,” tuturnya.

[ang]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge