0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dies Natalis, Dosen dan Karyawan Unisri Main Ketoprak

Humas Unisri Suharno (kiri) (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sebanyak 36 civitas akademika Universitas Slamet Riyadi (Unisri) dan sejumlah seniman muda Surakarta akan mementaskan ketoprak dengan melakonkan Kembang Sepasang, di Gedung Kesenian Taman Balemkambang, Solo, Sabtu (9/4).

“Pentas ketoprak ini berjudul Kembang Sepasang digelar dalam rangka Dies Natalis Unisri ke 36,” jelas Humas Unisri Suharno didampingi Sutradara Eko Sutarno kepada wartawan, di Kampus Unisri, Solo, Rabu (6/4).

Pentas ketoprak didukung 100 personel, kata Suharno, mengetengahkan cerita berlatar belakang di Kadipaten Banjarnegara, mengisahkan ambisi Kertopati menjadi patih di Kadipaten Banjarnegara, dengan mengumpankan sang kekasih Lukitosari teman seperguruan di Gunung Sumbing, yang tengah hamil muda, menjadi prameswari Adipati Suryonegoro.

Ketamakan dan kerakusannya, menurut Suharno, membawa tumbal. Anaknya Surya Kusuma hasil hubungan di luar nikah dengan Lukitosari meninggal saat bertanding mengikuti sayembara kembang sepasang, yang diikuti Raja Sewu Negoro, memperebutkan putri Raja Galuh Pakuan Purbonegoro.

Pesan moral dari kisah ini, menurut Suharno, untuk meraih sebuah kekuasaan maupun jabatan harus diperjuangkan dengan kerja keras, tidak boleh menghalalkan segala cara. “Bila kita menempuh cara yang tidak terpuji akan kembali pada diri kita sendiri, Nguduh Wohing Pakarti,” ujarnya.

Kembang Sepasang, menurut Suharno, berlangsung selama tiga jam, dan terbuka untuk umum. “Hingga saat ini telah melakukan latihan sebanyak lima kali,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge