0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Beli Wakatobi, Dapat Buton dan Sulawesi Tenggara

www.wakatobi.com
Wakatobi (www.wakatobi.com)

Timlo.net – Bupati Wakatobi, Hugua, menawarkan konsep yang cerdas buat Badan Otorita Pariwisata (BOP) Wakatobi dengan menggabungkan semua potensi kawasan menjadi satu paket kekuatan yang bisa dijual bersama-sama.

“Cukup beli Wakatobi, sudah dapat Buton dan seluruh Sultra!” ujar Bupati Wakatobi, Hugua, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Selasa (5/4).

Selama sembilan tahun terakhir, Hugua memang “gila-gilaan” mempromosikan Wakatobi –Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko—empat pulau terbesar dari 142 gugusan kepulauan di tenggara Pulau Celebes itu.

Di atas permukaan, Wakatobi itu “garing” tidak banyak atraksi alam yang bisa ditawarkan buat wisatawan. Karena itu, turis yang masuk pun sangat tersegmentasi hanya pada wisata bahari bawah laut.

Padahal jika dikoneksi ke seluruh kawasan terdekat, masih banyak atraksi yang membuat Wakatobi semakin komplit, semakin kaya dengan objek wisata yang lengkap. Seperti kekuatan Hutan Lambusango di Kab Buton.

Hutan Lambusango sudah punya pamor di kalangan intelektual kampus di Inggris dan Eropa. Kabupaten Buton dari Pulau Wangi Wangi hanya 45-60 menit dengan speed boat. Begitupun dengan Baubau, yang juga berada di Pulau Buton, yang memiliki destinasi budaya, Kota Tua, punya benteng peninggalan Kasultanan Buton abad ke-16 yang masih utuh, di atas bukit, dan bisa leluasa mellihat teluk tempat lalulintas kapal.

Di Buton Tengah ada objek wisata goa-goa, sebutannya Kota 1000 Goa. Lalu Buton Utara ada Hutan Ereke. Kab Muna punya jati terbesar di dunia.

Daratan Kendari punya pantai, mangrove, taman nasional Rawa Aopa, air terjun Anoa dan binatang endemic lainnya.

“Kalau ini digabungkan ke dalam koordinasi Badan Otorita, maka kami berjualan lebih banyak, untuk single destination,” jelas Hugua.

BOP tidak lagi hanya menonjolkan satu daerah saja. Tidak hanya berjuang sendiri dengan pariwisata. Tetapi banyak kawan, banyak tempat wisata dan disupport oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

“Ini adalah mimpi kami sejak lama. Kami dengan bergerak sendiri saja sudah menancapkan image besar Wakatobi. Apalagi didorong bersama-sama,” papar dia.

Wakatobi berdasarkan UU No 29/2003 bulan Desember 2003 ditetapkan sebagai kabupaten, terpisah dari Buton. Luas areanya, 1,4 juta hektar, dengan 97 persen laut dan hanya 3 persen luas daratannya. Dari 142 pulau, hanya 7 pulau yang berpenghuni, dengan total jumlah penduduk hanya 112.000.

“Surganya diving ya di tempat kami ini, Wakatobi,” jelas Hugua.

“Wakatobi juga sudah ditetapkan sebagai cagar biosfer bumi melalui siding MAB ke 24 di UNESCO, Paris, Juli 2012 lalu. Karena itu, sejak dulu kami sudah menetapkan, leading sectornya adalah ecotourism, berbasis marine and fisheries,” lanjut dia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi prestasi dan reputasi yang sudah dibangun Bupati Hugua di Wakatobi. Kabupaten dengan 118 ribu orang itu pertumbuhan ekonominya sangat bagus, 13,67 persen, dengan income per capita 5,6 juta. Penurunan angka pengangguran dari 10,6 persen menjadi 5,28 persen. Begitupun penurunan angka kemiskinan juga signifikan, dari 24,56 persen menjadi 17,58 persen.

“Pariwisata membuktikan, bisa dijadikan leading sector,” ujar Arief Yahya.

“Karena itu Wakatobi bisa menjadi pendorong bagi kabupaten lain, dan kabupaten lain bisa mengisi kelemahan Wakatobi,” lanjut dia.

Arief juga ingin menunjukkan bahwa strategi menempatkan sektor pariwisata menjadi ujung tombak membangun daerah itu tidak ada salah. Apalagi, daerahnya sudah memiliki destinasi yang terkenal di dunia. Itu akan mempermudah membangun kawasannya, menjadi lebih maju.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge