0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD: Gabungkan Biaya Parkir dan Tiket Masuk Stadion Manahan

dok.timlo.net/achmad khalik
Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Mengantisipasi penyimpangan terhadap penarikan retribusi, Komisi IV DPRD Solo mengusulkan penggabungan biaya parkir dan masuk Stadion Manahan Solo. Selama ini, retribusi biaya masuk dan biaya parkir dipisah sehingga dimungkinkan memicu praktek markup dalam penarikannya.

“Mending digabungkan saja (biaya parkir dan masuk —Red) biar tidak menambah potensi penyimpangan,” tegas Ketua Komisi IV Solo, Hartanti, Selasa (5/4).

Usulan tersebut muncul, setelah adanya keluhan terkait penerapan biaya peron dan parkir di Stadion Manahan. Menurut politisi PDIP tersebut penarikan retribusi yang tak sesuai aturan merugikan masyarakat sekaligus pemerintah. Pihaknya menilai, butuh cara khusus sehingga tarif baru nanti dapat memudahkan pembayaran serta menekan penyimpangan.

“Bayangkan saja, kalau ada penyimpangan Rp 500 per orang sudah berapa banyak. Belum parkirnya, kan banyak sekali,” kata Hartanti.

Sementara, anggota Komisi IV, Bambang Triyanto, menilai perlu ada evaluasi target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan di kawasan Manahan. Menurut Bambang, sejumlah retribusi seperti parkir tak lagi sesuai potensi pendapatan.

“Target PAD dari parkir sebesar Rp 335 juta per tahun mestinya bisa ditingkatkan menjadi Rp 500 juta per tahun. Hal ini melihat pemanfaatan kawasan Manahan yang semakin meningkat.” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap supaya Pemkot melakukan penaksiran ulang untuk mengukur potensi pendapatan terkini dari Stadion Manahan. Menurut Bambang, target PAD yang rendah hanya menguntungkan pihak ketiga yang bekerjasama dengan UPTD Manahan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge