0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bebaskan WNI, Filipina Kerahkan Tiga Pasukan

merdeka.com
Kelompok Abu Sayyaf Filipina (merdeka.com)

Timlo.net – Militer Filipina dikerahkan untuk membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Ada tiga pasukan militer Filipina yang mengepung wilayah Provinsi Sulu, tempat 10 ABK itu disandera.

“Ya ada tiga batalion,” ucap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (5/4).

Luhut menyayangkan konstitusi Filipina yang melarang tentara asing masuk negaranya.

“Itu urusan mereka, bukan urusan kita, karena konstitusi dia (Filipina) bilang tidak boleh ada tentara asing masuk ke sana, kecuali atas ijin kongres,” kata Luhut.

Luhut mengungkapkan jika Filipina mengijinkan, dia akan mengirim perwira ke sana untuk memberikan asistensi.

“Kalau itu mereka ijinkan, ada satu atau dua perwira kita untuk datang ke sana. Saya menyarankan kalau bisa perwira dari komando pasukan khusus yang bisa mengasistensi mereka di sana,” tutur mantan Danjen Kopassus tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi mengatakan dalam pertemuan dirinya dengan Presiden dan Menlu, serta Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, pihak negeri tetangga itu tampak sangat berkomitmen untuk melakukan yang terbaik dalam upaya pelepasan sandera WNI.

“Hasil pertemuan di Filipina telah saya laporkan secara langsung kepada Presiden RI, proses koordinasi semacam ini akan terus dilakukan baik secara internal maupun dengan pemerintah Filipina. Setiap hari komunikasi juga dilakukan dengan pemerintah Filipina, setiap hari kami masih melakukan komunikasi dan korrdinasi dengan mereka,” ujar Retno di kantornya.

Tak hanya berkoordinasi dengan Filipina, Retno juga mengatakan melakukan komunikasi dengan Malaysia. Mengingat lokasi terjadinya perompakan dan penyanderaan berdekatan dengan wilayah Malaysia.

“Pemerintah Malaysia juga menyatakan kesiapan bekerja sama jika ada perubahan situasi yang memerlukan kerja sama Malaysia. Komunikasi saya dengan Menlu Malaysia terbukti sangat berguna dalam menindaklanjuti ditemukannya kapal tongkang Anand 12,” terang menlu.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge