0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penggalian Situs Candi Sudah Sampai Kaki Bangunan

dok.timlo.net/nanin
Penggalian di lokasi candi, di Ngemplak, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Dua hari pengalian di lokasi temuan dua arca dan situs candi di Dusun Gunung Wijil, Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng sudah menjangkau bagian kaki bangunan. Situs candi tersebut diperkirakan peninggalan kebudayaan Hindu abad ke 9 Masehi.

“Di kedalaman 1,5 meter, kita temukan bagian kaki candi, di bawahnya ada lapisan pasir yang digunakan sebagai landasan bangunan,” kata Ketua Tim Pengalian, Muhammad Junawan, Selasa (5/4).

Dari hasil pengukuran, diketahui tinggi bangunan yang dibuat dari batu bata 110 cm yang ditata saling digesekkan menggunakan air sehingga melekat saat kering.

“Teknik pengabunganya mengunakan perekat alam,” tambahnya.

Sementara untuk dua arca yang ditemukan, untuk arca Nandeswara merupakan salah satu dewa penjaga mata angin. Kedua arca tersebut, menurut Junawan, diduga dulunya digunakan untuk ritual kepercayaan Hindu dari kebudayaan Mataram Kuni Hindu abad 9 masehi. Biasanya, peninggalan Kerajaan Mataram Kuno menggunakan batu, namun temuan di Giriroto menggunakan batu bata.

“Penggunaan batu bata jaman dulu sangat langka, kemungkinan ini ada hubungan dengan filosofi setempat,” ujarnya.

Di Dusun Gunung Wijil, Desa Giriroto, terdapat dua lokasi temuan yang hanya berjarak 20 meter. Selain ditemukan dua buah arca dan situs candi, juga ditemukan Yoni. Sayang kondisinya sudah pecah.Selain itu, batu-bata sisa bangunan diduga candi yang sebelumnya banyak terdapat di lokasi situs sebagian digunakan warga untuk membuat  bangunan.

“Dulu di sini juga ada lingga dan yoni, sayang lingganya sudah hilang, apakah ini ada hubungan, masih kita lakukan penelitian, “ pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge