0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Ribuan Nama Individu dan Perusahaan Indonesia dalam The Panama Papers

rupiah (merdeka.com)

Timlo.net — Dunia dihebohkan dengan skandal “The Panama Papers”. Dalam dokumen rahasia “The Panama Papers” itu terungkap berbagai nama para pemimpin dunia, selebritis, politikus dan pengusaha yang diduga ingin kekayaan mereka tidak dipotong pajak di negara mereka.

Rupanya Indonesia tidak luput dari daftar yang disebutkan dalam dokumen itu. Menurut tautan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ), ada 2.961 nama individu ataupun perusahaan yang muncul, saat kata kunci “Indonesia” dimasukkan. Ada juga 2.400 alamat di Indonesia yang muncul dalam kolom “Listed Addresses”.

Menurut Tempo, nama-nama para miliarder ternama yang setiap tahun masuk ke dalam daftar orang terkaya versi Forbes Indonesia juga masuk dalam dokumen yang bocor dari firma hukum Mossack Fonseca itu. Para miliarder ini memiliki belasan perusahaan offshore untuk keperluan bisnis mereka. Salah satunya adalah Sandiaga Uno, pebisnis ternama yang saat ini sedang mencalonkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.

Saat diverifikasi, Sandiaga tidak keberatan jika media mempublikasikan nama-nama perusahaan offshore miliknya. “Saya memang punya rencana membuka semuanya karena saya sekarang dalam proses mencalonkan diri menjadi pejabat publik,” katanya pada reporter Tempo, akhir Maret 2016 lalu.

Sejumlah investor di Indonesia menuding sebuah perusahaan yang didirikan Mossack Fonseca di British Virgin Islands terlibat dalam skema penipuan. Dalam skema itu, sedikitnya 3.500 orang rugi dengan nilai lebih dari US$ 150 juta.

“Kami amat membutuhkan dana untuk pendidikan anak kami pada bulan April ini,” kata seorang investor Indonesia dengan bahasa Inggris yang tidak lancar dalam sebuah email pada Mossack Fonseca yang dikirim pada April 2007.

“Tolong beri saran, apa yang bisa kami lakukan,” tambahnya lagi. Nama Mossack dan alamat emailnya tercantum dalam leaflet perusahaan investasi itu.

Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan jika pemerintah sudah memiliki data mengenai ribuan perusahaan offshore dan perusahaan cangkang milik orang Indonesia di luar negeri. “Nilainya ribuan triliun rupiah,” kata Bambang kepada Tempo.

Dalam rangka untuk menarik pulang semua dana ini, pemerintah sedang menggodok UU Pengampunan Pajak di Senayan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge