0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panama Papers Ungkap Korupsi Harta Para Pemimpin Dunia

Ilustrasi (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net—Kekayaan tersembunyi dari para pemimpin paling berpengaruh di dunia, politikus dan selebriti telah diungkap oleh jutaan dokumen yang bocor yang menunjukkan berbagai cara orang kaya bisa memanfaatkan celah yuridiksi bebas pajak (offshore) rahasia.

Kumpulan dokumen itu disebut the Panama Papers. The Guardian bekerja sama dengan para wartawan dari 80 negara mengulas 11,5 juta bocoran dokumen dari database Mossack Fonseca, firma hukum offshore terbesar keempat di dunia.

Kumpulan bocoran dokumen ini diperoleh dari sebuah sumber anonim oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung dan dibagi oleh the International Consortium of Investigative Journalists bersama dengan the Guardian dan BBC.

Memakai perusahaan offshore (perusahaan di kawasan bebas pajak) memang tidak melanggar hukum, walaupun demikian bocoran dokumen itu menimbulkan pertanyaan dasar terkait etika dari penggunaan tax haven (wilayah-wilayah surga bebas pajak) dan data yang terungkap menimbulkan sebuah desakan untuk mereformasi sebuah sistem yang bersifat rahasia dan mudah disalahgunakan ini.

The Panama Papers mengungkapkan jika:

-Dua belas pemimpin nasional merupakan bagian dari daftar 143 politikus, keluarga mereka dan kenalan dekat dari seluruh dunia yang diketahui menggunakan wilayah-wilayah surga bebas pajak ini.

-Sebanyak $2 triliun diperkirakan berasal dari Vladimir Putin. Sahabat sang presiden, seorang pemain celo bernama Sergei Roldugin, merupakan pusat dari skema ini dimana uang dari bank-bank negara di Rusia disembunyikan di kawasan bebas pajak. Beberapa di antaranya masuk ke dalam sebuah resort ski yang digunakan untuk pernikahan puteri Putin, Katerina pada 2013.

-Di antara para pemimpin negara yang memiliki kekayaan di kawasan bebas pajak ini adalah Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif; Ayad Allawi, mantan perdana menteri interim dan mantan wakil presiden Irak; Petro Poroshenko, presiden Ukraine; Alaa Mubarak, putera mantan presiden Mesir; dan perdana menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson.

-Enam anggota pemerintahan, tiga mantan anggota sebuah partai dan belasan penyandang dana untuk partai-partai politik UK memiliki beberapa aset di kawasan bebas pajak.

-Keluarga dari delapan anggota pemerintah China juga diperkirakan memiliki kekayaan di kawasan bebas pajak ini,

-Sebanyak 23 orang yang memperoleh sanksi karena dukungan terhadap rezim Korea Utara, Zimbabwe, Rusia, Iran dan Suriah merupakan klien Mossack Fonseca. Perusahaan-perusahaan mereka dilindungi oleh the Seychelles, the British Virgin Islands, Panama dan wilayah-wilayah lain.

-Seorang anggota penting dari komite etika FIFA yang berkuasa, yang seharusnya menjadi ujung tombak dari reformasi di dunia sepak bola, menjadi pengacara bagi individu dan perusahaan-perusahaan yang baru-baru ini dituduh terlibat penyuapan dan korupsi.

-Satu bocoran memorandum dari seorang rekan Mossack Fonseca berkata: Sembilan puluh lima persen dari pekerjaan kami adalah menjual kendaraan untuk menghindari pajak.”

Bocoran dokuman berasal dari catatan firma itu, yang didirikan pada 1977. Informasi itu terupdate dengan catatan paling baru dari Desember 2015. Sebanyak 370 reporter dari 100 organisasi media menghabiskan waktu setahun untuk menganalisa dan menverifikasi data dalam dokumen. Satu-satunya media di Indonesia yang turut dilibatkan dalam analisa dan verifikasi data ini adalah Tempo.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge