0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Sarankan Pemkot Dengarkan Keluhan Masyarakat Terkait SSA

Skema penerapan rute jalan satu arah di Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Masyarakat di sejumlah jalan yang terkena dampak Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) mengeluhkan dengan padatnya kendaraan. Selain itu, dampak ekonomi yang sering digembor-gemborkan akibat ramainya jalur itu juga dinilai omong kosong.

“Sampai saat ini belum ada yang cerita sisi positif, kalau negatifnya sudah sangat sering,” terang Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Solo, Muhammad Al Amin, Senin (4/4).

Anggota Dewan yang tinggal dikawasan pertigaan Sabar Motor tersebut, mengaku banyak masyarakat disekitar rumahnya yang mengeluh. Termasuk, pengelola sekolah dan politeknik di kawasan Jalan Samanhudi akibat penerapan SSA. Saat ini, masyarakat sekitar Jalan Samanhudi membuka posko pengaduan untuk diteruskan ke pihak berwenang terkait kepadatan yang terjadi di Jalan Samanhudi.

“Pada jam tertentu sangat padat. Sementara cukup banyak pedagang yang tidak memiliki lahan parkir sendiri. Sehingga sebagian badan jalan digunakan untuk parkir. Kondisi tersebut dikeluhkan warga,” jelas Al Amin.

Masyarakat setempat, lanjut Al Amin, mengharapkan adanya ruang partisipasi untuk duduk bersama tim pengkaji baik dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Surakarta maupun Komisi III.

“Mereka ingin ada ruang untuk menyampaikan aspirasi dan ada solusi yang bisa dirembug bersama,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dihubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat mengatakan pemberlakuan SSA tidak di dasari lantaran faktor suka dan tidak suka oleh masyarakat. Kebijakan tersebut diterapkan lantaran kebutuhan kota secara umum.

“Yang perlu diingat, jalan bukanlah milik masyarakat, namun negara. Yang menentukan adalah kepentingan umum yang lebih besar,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge