0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ganti Rugi Tak Sesuai, Proyek Jembatan Pokoh Diprotes

dok.timlo.net/tarmuji
Proyek Jembatan Pokoh Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Proyek pembangunan Jembatan Pokoh, Wonogiri kembali disoal warga. Salah satu warga yang terdampak proyek protes lantaran ganti rugi yang akan diberikan dianggap terlalu kecil.

“Memang saya sudah tanda tangan keberatan, karena waktu itu saya menolak dengan ganti rugi tersebut,” ungkap warga Kekurangan Giripurwo, Wonogiri, Agus, Senin (4/4).

Menurutnya, ganti rugi yang akan diterimanya dianggap tidak sesuai dengan harga jual tanah dan bangunan miliknya,yang berada di sebelah barat Jembatan Pokoh sisi utara. Jarak tanah bangunan miliknya dari jembatan hanya sekitar 25 meter.

“Masak nilai ganti rugi per meter hanya sekitar Rp 1,5 juta. Ini sangat kecil, di bawah harga jual tanah dan bangunan sekitar sini,” ujarnya.

Dikatakan, harga jual tanah dan bangunan di sekitar lokasi tersebut bisa diatas Rp 5 juta per meter, sebab berada tepat di pinggir Jalan Raya Wonogiri-Ponorogo. Selain itu, di tempat tersebutlah keluarganya membangun usaha rumah makan. Menurut sosialisasi yang pernah ia terima, tanah bangunan miliknya bakal terdampak proyek jembatan sekitar 21 meter persegi.

“Kami itu mendukung program pemerintah, tapi mbok iyao ganti rugi itu yang disesuaikan dengan kondisi lokasi, jangan disamakan dengan warga yang tanahnya jauh dari jalan raya,” katanya.

Dalam waktu dekat, dirinya bakal mengadu kepada Bupati Wonogiri. Dia ingin Bupati dapat menyelesaikan persoalan ini.

Terpisah, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, dirinya siap menjadi mediator terkait persoalan ganti rugi proyek jembatan Pokoh. “Kami siap kalau memasilitasi pertemuan. Nanti bisa yang berkepentingan duduk satu meja mencari solusi bersama,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge