0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD Nilai Relokasi PKL City Walk Langkah Spekulasi

Kapolsek Laweyan Agus Puryadi, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Kepala Dinas Pengelola Pasar Subagiyo meninjau lokasi baru untuk PKL City Walk (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) city walk dinilai sebagai langkah spekulasi. Pasalnya, dana pembangunan shelter yang dipatok senilai Rp. 300 juta belum dibahas dalam APBD Perubahan 2016 oleh DPRD Solo.

“Seharusnya ini (relokasi —Red) tidak patut dilakukan. Dananya belum ada untuk membangun shelter. Lha kok sudah dipindah,” terang Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, Senin (4/4).

Menurut Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, langkah tergesa-gesa yang dilakukan Pemkot Solo sangatlah serampangan. Pihaknya berasumsi bahwa upaya memindahkan PKL saat ini sebagai cara Pemkot untuk meloloskan anggaran APBD Perubahan nanti. Asumsi tersebut dianggapnya wajar lantaran skema yang dilakukan adalah menggunakan kondisi PKL yang sudah terlanjur dipindah untuk meloloskan anggaran pembuatan shelter.

“Mungkin begitu, ini PKL udah dipindah masak DPRD tidak mau menganggarkan?” katanya.

Seharusnya, menurut Umar, Pemkot menyediakan dulu shelter yang akan ditempati pedagang baru melakukan relokasi. Bukan malah sebaliknya. Seperti merelokasi PKL di kawasan Mojosongo dan Jalan Dr Supomo.

“Kalau seperti ini kan kasihan. Belum ada tempat, sudah direlokasi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 55 PKL mulai direlokasi ke sisi selatan Stadion Sriwedari Solo sejak tanggal 1 April kemarin. Namun, kondisi di lapangan sangat memprihatikan. Sebagian PKL memilih untuk membuka lapak mereka di gang-gang sempit kawasan Stadion Sriwedari. Ada juga sebagian pedagang yang memilih untuk tidak berjualan sementara waktu.

“Mau bagaimana lagi mas, sudah menjadi keputusan dari Pemkot,” terang salah seorang PKL, Rismianto pasrah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge