0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Data Kependudukan, Pemkot Diminta Sambangi Warga

Teguh Prakosa, Ketua DPRD Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Mulai padatnya penduduk di Kota Solo memunculkan permasalahan administrasi. Kalangan Dewan meminta, Pemkot proaktif melakukan sosialisasi terkait persoalan data kependudukan.

“Sebenarnya tak hanya di Solo, melainkan di berbagai kawasan di Indonesia juga mengalami masalah administrasi. Namun, permasalahan administrasi kependudukan tersebut kalau bisa jangan terjadi di Solo,” terang Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa, Senin (4/4).

Menurutnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo harus sigap dalam menata database yang digunakan. Ia melihat data tersebut dapat digunakan sebagai parameter dalam menentukan langkah berikutnya, sebagai contoh menentukan daftar pemilih tetap saat ajang pemilihan umum.

“Sangat penting juga dalam administrasi ke Gubernur atau pelaksanaan program pemerintah pusat yang memerlukan database kependudukan,” katanya.

Politikus PDIP itu pun berharap dinas terkait untuk dapat turun ke bawah dan menyambangi ke masyarakat secara langsung. Dengan melihat latar belakang masyarakat yang beragam hal itu dianggap sebagai solusi yang tepat agar tercipta kevalidan data kependudukan.

Terpisah, Kasi Pengolahan Data Statistik Dispendukcapil, Rita Margaretha mengatakan, pihaknya sudah membuat program turun langsung ke bawah dalam mengawal administrasi kependudukan. Sedikitnya dua kali dalam sepekan Dispendukcapil mengoperasikan mobil keliling pelayanan administrasi kependudukan.

“Setiap Minggu di CFD (Car Free Day) dan keliling ke kantor kelurahan,” katanya.

Terciptanya ketertiban administrasi diakuinya harus diikuti dengan partisipasi aktif masyarakat lantaran tidak semua proses administrasi kependudukan dilakukan dari atas ke bawah. Misalnya tentang pembuatan akta kelahiran, akta kematian dan pencatatan kepindahan penduduk.

Tiga hal tersebut dianggap sebagai hal yang murni membutuhkan keaktifan masyarakat untuk mencatatkan perubahan di keluarganya. Pasalnya banyak kasus yang terjadi ketika ada anggota keluarga yang meninggal namun datanya tetap ada di Dispendukcapil lantaran keluarganya tidak melaporkan.

“Ketika Pemilu nanti jadi masalah, mengapa orang meninggal masih tercatat,” tandas Rita.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge