0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Isyana Sarasvati: Yang Saya Pikirkan, Saya Rasakan, Jadi Lagu

Isyana Sarasvati (foto: David)

Timlo.net – Suara soprannya sempat menggoncangkan dunia musik nasional. Sebagai artis pendatang baru, ia sukses mencuri perhatian jutaan pecinta musik tanah air dengan hits-hitsnya yang easy listening tapi tetap berkualitas. Dialah Isyana Sarasvati.

Sebagai penyanyi muda di tanah air, Isyana sejak kecil akrab dengan dunia tarik suara. Prestasinya selama ini tak lepas dari dukungan penuh orangtuanya, Sapta Dwi Kardana dan Luana Marpanda. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, gadis kelahiran 2 Mei 1993 itu sudah dikenalkan ke berbagai alat musik seperti piano, biola, seruling, dan saxofon.

“Dari kecil Mama yang mendorong saya untuk bermusik. Kebetulan saya juga suka. Jadinya klop,” kata dia.

Orangtua Isyana tak setengah-setengah mendidik anaknya dalam bermusik. Jadwal latihan ketat pun diterapkan agar dia benar-benar menguasai alat musik yang sedang dipelajari. Bahkan setelah sukses berkarir di musik pop Indonesia, kebiasaan itu masih dipertahankan.

“Latihan tetap seperti dulu. Cuma kalau dulu ada jadwal latihan khusus, sekarang harus menyesuaikan dengan jadwal konser dan promo. Itu sekaligus jadi latihan juga sih sebenarnya,” terangnya.

Selepas SMA, ia melanjutkan studi ke Nanyang Academy of Fine Art (NAFA) di Singapura. Di sana bakat bernyanyinya semakin gemilang. Ia sering mengikuti kompetisi dan tak jarang keluar sebagai pemenang.

Menyabet Berbagai Penghargaan

Memperoleh penghargaan bukan hal baru bagi Isyana. Selama menjalani studi di Singapura, ia sering memenangi berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Di luar negeri, ia lebih dikenal sebagai solois sopran untuk pertunjukan musik-musik orkestra.

Debutnya dengan single Keep Being You sempat menggoyang dunia industri musik nasional. Sejak saat itu, berbagai penghargaan ia peroleh berkat kesuksesan penjualan lagu maupun kualitasnya.

Akhir tahun lalu, ia menggondol dua trofi penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) untuk kategori Pendatang Baru Terbaik dan Solo Pria/Wanita Soul/RnB Terbaik. Tak hanya itu, ia juga menyabet status Female Singer of The Year & Breakthrough Artist of The Year diperolehnya dari salah satu stasion TV swasta nasional. Selain itu masih ada sederet penghargaan lain yang ia raih selama karirnya yang relatif singkat di industri musik populer.

Kendati bergelimang prestasi, Isyana mengaku motivasi utamanya bukan mendapat penghargaan. Baginya, berbagai status dan capaiannya itu hanyalah bonus bagi dia dalam bermusik.

“Saya membuat lagu apa adanya. Apa yang saya pikirkan, yang saya rasakan, saya tuangkan ke lagu. Kalau dapat penghargaan ya itu bonus,” tuturnya.

Jujur Bermusik

Dalam bermusik, Isyana mengaku tidak memikirkan pasar. Apapun yang ia rasakan ia tuangkan dalam lagu. Ia mencontohkan albumnya Explore! Yang berisi 11 lagu yang ia tulis sendiri. Dalam album tersebut ia menuangkan pengalamannya selama menjalani masa remaja sejak usia 19 hingga 22 tahun.

“Jadi album ini lebih seperti ungkapan perasaan saya sebagai remaja,” kata dia.

Proses penulisan musiknya yang jujur dan mengalir itu membawa dampak positif baginya. Ia tak terbebani dengan sederet penghargaan yang telah ia peroleh.

“Jadi saya tidak merasa terbebani harus melampaui prestasi yang sudah saya capai sekarang.

Tak Lupa Kulit

Sebelum berkecimpung di musik populer, Isyana sudah bergelut di dunia musik opera. Bahkan ia memperoleh beasiswa studi ke Royal College of Music di Inggris karena memenangi salah satu kompetisi musik tingkat Asia.
Setelah menyelesaikan studinya, ia menjajal jalur musik pop di tanah air dengan hasil yang sangat memuaskan.

Lagu-lagu karyanya pun tergolong eksploratif mengkombinasikan lagu-lagu RnB dengan suara soprannya yang khas.

“Makanya, Explore! menjadi judul album pertama saya karena saya pengen eksplorasi musik populer. Sebelumnya saya kan di musik orkestra,” kata dia.

Kendati sukses di musik pop, ia tak meninggalkan habitat asalnya, musik klasik. Tak jarang ia berkolaborasi dengan musisi besar Indonesia setelah meniti karir di musik populer. Musisi klasik, Avip Priyatna dan Ananda Sukarlan beberapa kali menggelar konser musik orkestra merangkul gadis 22 tahun itu.

“Animo masyarakat ternyata bagus sekali. Tiket selalu terjual habis,” kata dia.

Ia mengaku akan tetap bertahan di musik klasik sambil terus mengeksplorasi musikalitasnya di genre lain seperti album perdananya yang dirilis November tahun lalu itu.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge