0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Nilai Relokasi PKL City Walk Dipaksakan

Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Umar Hasyim (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Kalangan DPRD Solo menilai relokasi terhadap pedagang kaki lima (PKL) city walk sangat tergesa-gesa. Mereka memperingatkan supaya Pemkot memikirkan nasib pedangang dari sisi kemanusiaan dan tak sekadar mengejar sisi keindahan kota.

Kabeh-kabeh (semua-semua —Red) kok dadakan dan dipaksakan. Ya gini jadinya,” terang Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, Minggu (3/4).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini penasaran dengan niat Pemkot di balik relokasi yag dilakukan terhadap PKL city walk. Menurutnya, relokasi yang dilakukan tersebut sangat berbeda dengan relokasi PKL yang dilakukan di sejumlah tempat. Kebanyakan, shelter untuk para PKL sudah dipersiapkan terlebih dahulu, sebelum melakukan eksekusi dengan relokasi.

“Beda dengan PKL di Mojosongo, PKL Jl Dr Supomo, serta beberapa shelter PKL sebelumnya. Lha  ini, shelter belum ada malah sudah disuruh pindah. Ada apa ini?” tandasnya.

Dirinya berharap Pemkot menggunakan cara yang lebih manusiawi dengan menyiapkan dahulu lokasinya. Faktor kenyamanan pedagang dan pembeli penting untuk diperhatikan lantaran sebagian besar adalah penjual makanan dan minuman. Memang, dibandingkan dengan kawasan city walk, di lokasi sementara tersebut jumlah pohon besar tidak sampai menutupi seluruh bagian sehingga jika ada pembeli yang datang tidak dapat dengan leluasa menikmati makanan yang dijual.

“Setidaknya ada iyup-iyupan di sini biar tidak terlalu panas. Pedagang nyaman, pembeli juga nyaman,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Solo Abdul Ghofar Ismail juga mengharapkan penertiban PKL dapat dilakukan dengan cara yang baik. Ia pun melihat pedagang yang menggantungkan hidupnya dengan menjadi PKL tidak dimanfaatkan untuk kepentingan apapun.

“Apalagi kepentingan sesaat yang hanya bersifat politis,” kata dia.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge