0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dianggap Kurang Sehat, OJK Awasi Kinerja Enam BPR

timlo.net/setyo pujis
Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda Kantor Regional 3 OJK Jateng dan DIY, Dedy Patria (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) selama setahun terakhir atau year on year (yoy) tumbuh melambat, karena terkena imbas dari lesunya kondisi ekonomi. Bahkan beberapa diantaranya, ada yang perlu pengawasan khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lantaran kondisinya dianggap kurang sehat.

“Dari 303 BPR dan 37 BPR Syariah di Jawa Tengah dan DIY, enam diantaranya mendapatkan pengawasan khusus dari OJK. Hal itu karena kondisi BPR yang bersangkutan kurang sehat, baik dari sisi jumlah modal maupun penyaluran kreditnya,” ujar Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda Kantor Regional 3 OJK Jateng dan DIY, Dedy Patria kepada wartawan, kemarin.

Selama proses pengawasan berlangsung, mereka diminta untuk terus meningkatkan kinerja bank jika ingin tetap bertahan. Baik dengan cara penambahan modal, merger ataupun mengundang investor baru.

Dirinya juga menyampaikan, meskipun tahun lalu banyak yang tidak mencapai target karena dampak dari melemahnya kondisi ekonomi. Namun untuk aset BPR dan BPR Syariah di Jawa Tengah dan DIY secara yoy berhasil tumbuh 15,07 persen, atau dari sebelumnya Rp 19,4 Triliun menjadi Rp 22,3 Triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh Rp 19,30 persen atau dari 14 Triliun menjadi Rp 16,7 Triliun.

“Sementara dari sisi penyaluran kredit hanya tumbuh 8,3 persen. Termasuk NPL atau kredit macet juga meningkat, dari sebelumnya 6,27 persen menjadi 6,74 persen,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge