0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Telaga Ngrowo, Dulu Angker Kini Jadi Wisata Alternatif

timlo.net/tarmuji
Sejumlah warga tengah asyik memancing ikan di Telaga Ngrowo Kecamatan Batuwarno (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Obyek wisata satu ini terbilang murah meriah, namun dapat melepaskan kepenatan setelah beraktivitas. Wisata air Telaga Ngrowo terletak di Dusun Ngrowo, Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno ini airnya tak pernah surut meski musim kemarau. Telaga dengan luas satu hektar ini hanya sudah sejak ada ratusan tahun silam.

Lokasinya yang mudah dijangkau, membuat wisata andalan Kecamatan Batuwarno ini ramai dikunjungi wisatawan.Tak hanya anak muda saja, bahkan orang tua tak jarang menikmati semilirnya angin pegunungan.

Telaga ini berada persis di tepi jalan raya antara Kecamatan Batuwarno-Karangtengah. Dengan latar belakang pemandangan deretan pegunungan seribu, mata pengunjung dimanjakan dengan riak ombak air telaga ini.

“Dulu tempat ini tidak terawat, hanya dibiarkan seadanya saja,” ungkap warga Desa Sumberejo Kecamatan Batuwarno, Tarno, Minggu (4/4).

Selama puluhan tahun, warga sekitar memanfaatkan air Telaga Ngrowo ini untuk memenuhi hajat hidup. Namun beberapa tahun belakangan ini, air telaga ini hanya untuk sarana wisata saja.

“Air telaga ini dulunya dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci, bahkan untuk mencukupi air minum untuk ternak, tapi sekarang tidak lagi,” ujarnya.

Oleh pemerintah desa setempat, telaga Ngrowo mulai diperbaiki.

“Tepian telaga sudah dibangun talud permanen, bahkan ada wahana permainan, semisal perahu dan kincir air,” katanya.

Bahkan, pemerintah desa menabur ribuan benih berbagai jenis ikan ke dalam telaga. Jadi, pengunjung bisa rekreasi sekaligus menyalurkan hobi mancing.

Sebelum menjadi lokasi wisata, konon telaga ini memiliki cerita mistis yang masih dipercayai oleh masyarakat.

“Mitos lokasi ini, ada jin penunggunya yang jahil, bahkan sering muncul penampakan sosok wanita berbaju putih dengan rambut terurai. Disisi barat tepatnya di dekat sumur,” jelas Hadiyono warga sekitar.

Selain itu, ada mitos yang berkembang di masyarakat, air telaga ini dilarang keras mencuci pakaian bayi yang baru lahir.

“Waktu itu ada kejadian, ibu-ibu mencuci pakaian bayi, usia bayinya itu belum puput tali pusarnya, dia langsung kesurupan hingga harus dicarikan paranormal,” ceritanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge