0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Tagih Janji Pemkot Soal Pasar Singosaren

Dok. Timlo.net/Heru Murdhani
Salah satu counter handphone di Pasar Singosaren (Dok. Timlo.net/Heru Murdhani)

Solo — Kalangan legislatif mendesak Pemkot membentuk tim khusus guna merampungkan polemik Pasar Singosaren. Pasalnya, permasalahan Pasar Singosaran dinilai tak kunjung rampung dan terkesan ’ngambang’.

“Saat itu walikota menjanjikan akan membentuk tim setelah libur Paskah tahun ini. Ini berarti sudah waktunya,” kata anggota Komisi III DPRD Surakarta, Suharsono, baru-baru ini.

Sebagai wakil rakyat, politikus PDI Perjuangan itu mengaku tidak mau menunggu dan berupaya mengambil inisiatif. Pasalnya persoalan Pasar Singosaren berdampak pada tidak kondusifnya situasi pedagang pasar dengan pemilik Surat Hak Penempatan (SHP) sehingga perputaran ekonomi secara tidak langsung juga terganggu.

“Mudah-mudahan April ini bisa dibentuk timnya,” katanya.

Pihaknya akan mengusulkan solusi konkrit terhadap keberadaan Pasar Singosaren. Solusi yang ia angkat secara garis besar adalah tidak menghancurkan ekonomi yang sudah terbangun dengan baik. Disamping itu juga tidak mau meninggalkan sisi sejarah berdirinya pasar yang kini menjadi sentra jual beli HP terbesar di Kota Solo.

Ia juga tidak sepakat apabila pemkot dalam hal ini Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) mengambil langkah serampangan dengan mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada pedagang. Selain tidak solutif juga berpotensi mematikan perekonomian masyarakat.

“Kalau saya cenderung dilakukan penataan ulang yang meliputi dua hal yaitu penyelenggaraan perdagangan tidak melanggar perda (peraturan daerah) dan disusun hubungan yang jelas antara pedagang, pemilik SHP dengan pemkot,” tegasnya.

Senada, Ketua Komisi III DPRD Surakarta Honda Hendarto, memilih opsi untuk merubah perda yang saat ini mengenai pasar singosaren. Menurutnya melihat apa yang terjadi di pasar tersebut layak disebut sebagai pasar modern.

“Kalau Pemkot tak segera mengajukan revisi perda, kami akan mengambil inisiatif terlebih dahulu,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge