0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pidah di Lokasi Baru, PKL Mengeluh Sepi

foto: Rosyid
Beberapa PKL City Walk mulai berjualan di hari pertama setelah relokasi ke Jalan di Timur Stadion Sriwedari (foto: Rosyid)

Solo – Sebanyak 6 dari 55 Pedagang Kaki Lima (PKL) City Walk mulai menempati lokasi baru di Timur Stadion Sriwedari. Baru sehari berjualan, mereka sudah mendapati sejumlah permasalahan.

“Di sini panas dan berdebu. Ya cukup mengganggu kita berjualan,” kata salah satu pedagang, Semi Rejeki (47), Sabtu (2/4).

Berbeda dengan city walk, lokasi baru tersebut memang minim pohon peneduh. Beberapa pohon yang ada juga tidak banyak membantu karena posisi jalan yang membujur dari Utara ke Selatan.

Artinya di siang hari hanya PKL yang berjualan di bawah pohon yang mendapat lokasi yang teduh. Beruntung, Dinas Pengelola Pasar (DPP) membolehkan PKL membuka tenda atau menggunakan payung di lokasi baru itu.

“Kalau di city walk kan tidak boleh pakai payung atau tenda. Di sini boleh,” terangnya.

Kendala terbesar yang dihadapi pedagang adalah penurunan jumlah omset harian mereka. Jika di city walk, Semi bisa mendapat uang hingga Rp 200 ribu di jam makan siang, hari ini ia baru mendapat Rp 70 ribu di jam yang sama.

Hanya beberapa orang yang tampak makan di warung PKL pindahan dari city walk itu meskipun wartawan datang di lokasi pada jam makan siang. Kontras dengan kondisi ketika mereka berjualan di city walk. Di sana, sekitar jam 12.00 – 13.00 WIB selalu tampak pelanggan mengantri di puluhan warung PKL.

Kendati demikian, ia memaklumi sepinya pelanggan di tempat baru itu. Ia berharap promosi kawasan PKL baru tersebut segera dilaksanakan seperti janji Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo sebelum relokasi.

“Namanya babat alas ya seperti ini. Dulu pertama di city walk juga sepi,” tuturnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge