0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Orang Tertipu Investasi Bodong

merdeka.com
Puluhan Orang Tertipu Investasi Bodong (merdeka.com)

Timlo.net – Puluhan orang di Semarang kena tipu bermodus investasi emas abal-abal alias fiktif. Mereka melaporkan Veronica Edwina alias Veve (23), warga Jalan Dargo, Semarang Timur ke Polrestabes Semarang.

Dalam praktiknya, wanita muda dan cantik itu mengaku sebagai pengusaha dan broker dari perusahaan trading ternama. Total kerugian yang dialami puluhan korban tersebut mencapai hampir Rp 5 miliar.

“Itu baru dari kami belum dari korban lain yang belum melapor. Di Semarang ada sekitar 150 orang yang menjadi korban itu belum termasuk member yang di luar kota dan luar jawa,” ungkap Yonaz (25), salah seorang korban, Sabtu (4/4).

Yonaz dan para korban lainnya mengaku, tidak mengira apa yang mereka lakukan akan berakhir seperti ini. Sebab, terlapor yang sudah dikenalnya tiga tahun terakhir ini dikenalnya cukup baik. Apalagi saat membicarakan masalah investasi itu begitu menyakinkan mereka.

Sampai akhirnya Yonaz memutuskan untuk ikut memasukkan modal untuk investasi yang dikelola Veronika pada pertengahan tahun 2015 lalu.

“Kalau investasi itu sudah dijalankan Veve (terlapor) sekitar 1,5 tahun terakhir ini. Namun, saya baru mulai mengikutinya pada pertengahan tahun lalu,” ujarnya.

Yonaz mengaku tertarik karena terlapor menjanjikan keuntungan 15 persen hingga 40 persen dari modal yang diinvestasikan. Tak hanya itu Veve itu juga berjanji akan mengembalikan uang modal dalam kurun waktu satu tahun.

Pada bulan pertama, Yonaz mengakui jika uang keuntungan keluar sesuai dengan yang dijanjikan. Begitu juga pada bulan kedua hingga ke lima. Untuk memancing ketertarikan para korban, Veve malah menaikkan persentase setiap bulannya.

“Itu yang membuat saya semakin tertarik, uang keuntungan yang keluar tidak saya ambil tapi ditambahkan untuk modal, terkadang saya juga menambah dengan uang hasil kerja. Total uang saya yang telah masuk Rp 150 juta,” ungkapnya.

Ari (24), korban lain yang tertipu hampir Rp 100 juta lebih itu mengatakan, praktik investasi bodong tersebut terbongkar setelah dia dan para korban lain tidak menerima uang keuntungan investasi.

“Terhitung pada 24 Maret lalu, mulai macet, uang keuntungan tidak masuk ke rekening kami masing-masing,” ujarnya.

Mendapati itu, Ari menyatakan langsung menelepon terlapor untuk menanyakan terkait hal itu, namun handphone terlapor sudah tidak bisa dihubungi.

“Kami coba datangi tempat usahanya di rumah kontrakannya di Dargo ternyata dia sudah pindah dan meninggalkan kontrakan tersebut,” jelasnya.

Kabar terakhir, dia kabur bersama adik, saudara dan teman lelakinya. Adapun, tindak penipuan yang dilakukan terlapor semakin terbongkar sebab, setelah diselidiki lebih lanjut terlapor tidak punya usaha dan juga sejumlah rumah mewah seperti yang diceritakan pada para korbannya.

“Tahu itu saya langsung lemes, lha nanti uang kami mau diganti siapa,” ungkapnya.

Ari membeberkan, untuk menggaet korban terlapor tidak hanya mengandalkan pertemanan tapi juga menjaring lewat media sosial seperti facebook, twitter dan sebagainya.

“Dia juga kerap mengirim broadcast di BlackBerry Messenger (BBM), dengan janji-janji yang menggiurkan,” bebernya.

Dalam laporan tersebut Jonathan (28), pria asal Tanggerang sengaja datang ke Kota Semarang untuk melaporkan terkait dugaan penipuan tersebut. Dalam aksi yang dilakukan Veve, pria tersebut tertipu Rp 1 miliar. Sayangnya uang tersebut bukan semuanya miliknya, namun milik rekan-rekannya yang dipinjam untuk diikutkan investasi.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, terkait dugaan penipuan tersebut masih sebatas aduan pihaknya juga belum mengetahui secara detail duduk permasalahannya.

“Itu masih aduan, nanti akan kami pelajari dulu. Setiap aduan atau laporan masyarakat pastinya akan kami tangani,” pungkas AKBP Sugiarto.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge