0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sopir Angkutan Enggan Turunkan Tarif, Ini Alasannya

Sejumlah angkutan di Pasar Bunder Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Para sopir angkot di Sragen masih enggan untuk menurunkan tarif angkutan, menyusul adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium pada 1 April 2016 sebesar Rp 500. Mereka juga telah mengetahui adanya surat edaran penurunan tarif 3 persen dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

”Kalau harus turun 3 persen hanya sekitar Rp 150, sangat sulit memberi pengembalian, karena uang koin juga tidak lagi banyak digunakan masyarakat. Kami bingung juga,” kata Ketua Paguyuban Sopir Angkot Jalur 01 Sragen, Samiya, Sabtu (2/4).

Samiya menuturkan, saat ada kenaikan harga BBM lalu, pengelola dan pengemudi angkot tidak menaikkan tarif. Kalau sekarang dengan BBM harganya hanya turun Rp 500 per liter, pihaknya bingung menentukan tarif kalau diturunkan.

Salah satu supir angkot 01, Basuki, warga Desa Krakal, Kecamatan Jenar mengaku, penurunan harga BBM tidak berdampak banyak bagi pengemudi angkot Sragen. Pasalnya pendapatan sopir angkot dengan tarif yang ada saat ini tidak sebanding untuk kebutuhan hidup. Rata-rata sopir angkot hanya mendapat hasil bersih Rp 500.000 dalam sebulan.

”Apalagi jaman sekarang ini sepi penumpang, orang-orang yang di desa naiknya sepeda motor semua. Termasuk anak sekolah rata-rata banyak naik motor,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sragen, Heru Martono mengatakan, belum ada rencana penurunan tarif pada angkot di wilayah Sragen untuk menyesuaikan harga BBM. Pihaknya harus mencermati kondisi di lapangan baik keinginan masyarakat maupun para sopir angkot. Sepanjang masyarakat menerima tarif yang berlaku saat ini, tarif angkot tidak diturunkan.

”Idealnya memang turun. Namun kondisi harga yang masih naik-turun membuat kami dan Organda kesulitan menentukan tarif. Prsinsipnya kalau masyarakat tak masalah, tarif yang berlaku saat ini terus berjalan,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge