0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menyulap Jeep Willys Jadi Humvee

foto: David
(foto: David)

Solo – Bagi kalangan pehobi mobil, melakukan modifikasi merupakan hal yang lumrah. Cara ini ditempuh sebagai penanda jika mobil yang dimilikinya berbeda dengan milik orang kebanyakan.

Namun, bukan perkara mudah jika memimpikan bentuk modifikasi layaknya sebuah kendaraan perang. Selain harus memperhatikan bentuk detail guratan “otot” pada plat mobil juga memiliki tingkat kesukaran tinggi dibandingkan memodifikasi bentuk mobil yang lain.

Ya, dialah E Yon Sudiyono. Pria yang bergelut dengan bengkel body repair sejak tahun 1983 ini melakukan restorasi total mobil Willys Pickup Truck keluaran tahun 50an menjadi Hummer jenis H1. Impiannya ini muncul sekitar tahun 2003 saat Amerika Serikat melakukan invasi ke Negeri Irak.

Waktu itu, kendaraan buatan Negeri Paman Sam ini menjadi kendaraan militer utama saat menggempur negeri 1001 malam. Tak jarang, kendaraan yang dikenal dengan sebutan Humvee ini menerobos medan terjal serta rintangan perang.

Berawal dari itulah, timbul keinginan pria kelahiran Solo 66 tahun silam tersebut untuk mengadopsi menjadi model bentuk tunggangannya.

Awalnya, bapak satu anak tersebut membeli Willys Pickup Truck yang telah usang. Menurutnya, bentuk Humvee yang lebar dan panjang sangat mendukung jika diakali dengan menggunakan mobil Willys Pickup Truck.

Mobil yang juga dikenal sebagai Willys Malaria lantaran datang ke Indonesia saat wabah penyakit malaria melanda tersebut langsung dia bongkar. Dari hasil pembongkaran, dirinya hanya menyisakan bagian rangka utama dan mesin.

“Tahun 2005an, saya membeli Willys ‘Malaria’ lalu saya bongkar untuk dijadikan Humvee,” terang pria yang akrab disapa Yono ini kepada TimloMagz.

Pada proses awal, pria yang dikenal sebagai sesepuh Solo American Jeep (SAJ) ini menambah lebar dan panjang pada bagian rangka kendaraan. Humvee asli, mimiliki panjang 4686 milimeter dan lebar 2197 milimeter.

Kekurangan ini harus dia siasati terlebih dahulu dengan manambahkan panjang rangka sekaligus lebar bagian as roda kiri kanan. Pemasangan balancer khusus dia sematkan pada keempat roda supaya tampilan terlihat lebih lebar dari bentuk aslinya.

Usai mengatasi permasalahan chasis kendaraan, perkara lain muncul lantaran pada waktu itu masih minim referensi terkait body Humvee. Dirinya hanya memiliki referensi, terkait panjang lebar dan tinggi kendaraan tempur mobil pabrian General Motor tersebut.

Namun, bukan Yono namanya jika ia menyerah. Berbagai upaya termasuk membeli miniature seharga jutaan rupiah dengan detail nad yang hampir mirip dengan Humvee aslinya dia lakoni.

Tak hanya itu, sejumlah literature dari majalah maupun gambar-gambar Humvee di toko loak juga ia buru untuk menciptakan impian terbesarnya tersebut. Setelah melakukan perburuan referensi selama berbulan-bulan, akhirnya dirinya baru bisa memulai pekerjaan pada pertengahan tahun 2005 silam.

Berbekal keahlian yang telah ia tekuni puluhan tahun, Yono mulai membentuk bagian depan kendaraan yang diproduksi di Detroit, Michigan, Amerika Serikat tersebut. Lebar, ketinggian maupun detail costum pada body dia buat sedemikian rupa supaya menyamai bentuk aslinya.

Memang bukan pekerjaan gampang, awal pembuatan Humvee nya ini dirinya seakan meraba-raba bentuk asli kendaraan perang tersebut. Namun, dengan ketelitian dan ketekunan membara akhirnya pria yang dijuluki seniman Jeep ini mampu merampungkan pekerjaannya meski memakan waktu hampir satu setengah tahun lamanya.

“Pengerjaan dimulai dari bagian depan, lalu kebagian samping kiri dan kanan selanjutnya bagian belakang. Yang paling menantang, adalah membentuk nad. Karena, jika tidak sesuai maka hanya akan menjadi cemoohan para pecinta mobil Humvee,” jelas Yono.

Dalam membentuk nad yang tersemat pada bodi kendaraan, seluruh proses menggunakan manual. Yono mengibaratkan, proses pembuatan Humvee miliknya ibarat membatik sebuah karya seni dengan media plat baja jenis galvanis. Plat berukuran tebal 1,2 hingga 1,5 milimeter tersebut ia bentuk menyerupai guratan pada mobil Humvee aslinya dengan menggunakan peralatan khusus yang ia miliki.

Dari pekerjaannya ini, tak jarang Yono mendapat julukan sebagai seniman Jeep asal Kota Bengawan.

Karya yang Terkenal

Bodi buatan Yono telah dikenal banyak pecinta Jeep diseluruh Indonesia. Tak jarang dirinya menerima pesanan dari seluruh Indonesia. Di bengkel kepunyaannya yang berada di Kawasan Jebres, Solo dirinya melakukan pekerjaan hariannya sebagai mekanik khusus pembuatan body repair.

Dalam menjalankan pekerjaannya, Yono tidak ingin dibatasi waktu. Pelanggan yang mempercayakan pekerjaan kepada Yono sudah paham betul karakteristik pria gaek tersebut.

Meski cenderung memakan waktu yang agak lama, namun Yono menjamin bahwa hasil karyanya akan sangat memuaskan.

“Semua tahu, kalau ke bengkel saya itu gak ngomongin masalah waktu. Intinya, mereka percaya dan saya membayar kepercayaan mereka dengan hasil yang memuaskan,” kata Yono penuh percaya diri.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge