0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pegang Teguh Slogan Play Hard, Work Hard

foto: Arini
Sistho A. Shreshtho (foto: Arini)

Solo – Bagi seorang karyawan perusahaan, terlalu banyak berpindah perusahaan, bisa jadi merupakan catatan yang tidak terlalu baik. Pasalnya kebiasaan berpindah ini menunjukkan perilaku inkonsisten terhadap suatu pekerjaan yang digeluti. Namun pendapat itu dipatahkan oleh General Manager The Alana Hotel, Sistho A Shreshtho.

Menurutnya dengan berpindah-pindah perusahaan justru akan mengembangkan kreatifitas dalam menekuni suatu profesi.

“Namun hal ini tidak bisa digeneralisir untuk semua perusahaan. Hanya saja khusus untuk pegawai yang bergerak di bidang perhotelan, jangan terlalu lama di satu hotel saja, kondisi itu akan menyebabkan kreativitasmu menjadi tumpul,” ungkapnya mengawali perbincangan dengan TimloMagz.

Pria kelairan 3 Juli 1982 ini berpendapat, semakin banyak suatu jabatan di bidang perhotelan yang pernah dicoba, akan lebih mempertajam pengetahuan tentang seluk beluk perhotelan. Selain itu menghadapi masalah-masalah yang berbeda-beda di setiap hotel bisa menambah daya juang serta kepekaan dalam memecahkan kebuntuan kreativitas.

Dengan background pendidikan formal  teknik mesin, pria yang hobby fitness ini mengaku justru jatuh cinta dengan dunia perhotelan.

Slogan “Play Hard, Work Hard” menjadi salah satu kunci suksesnya Sistho. Karirnya melesat bak roket diusia masih tergolong muda.

Bahkan dirinya mendapatkan sertifikat CHA atau Certified Hotel Administrator termuda di Indonesia. CHA sendiri adalah suatu lembaga sertifikasi yang menguji pengetahuan para GM dalam kemajuan industri perhotelan.

“Bagi saya kerja adalah ibadah. Artinya ini harus dilakukan dengan kemampuan terbaik kita,” papar Sistho.

Great power brings great responsibility begitu kata orang bijak, dengan gelar CHA yang disandang, Sistho tak bisa berdiam diri. Apalagi menempati posisi sebagai leader. Selain berbekal mental seorang leader membutuhkan skill, knowledge, intuisi, dan fisik yang kuat.

Selain itu juga harus mampu menguasai ilmu manajemen, control system serta kepemimpinan yang ampuh. Karenanya dia tak segan-segan untuk turun sendiri dalam mengatasi permasalahan teknis di hotel yang dipimpinnya.

“Justru karena basic saya bukan dari perhotelan, saya jadi tahu apa sih maunya orang dari hotel-hotel itu. Ini yang membuat saya beda,” katanya.

Sistho sendiri juga seorang penyuka tantangan. Baginya sebuah tanggung jawab adalah tantangan yang harus diselesaikan. Karenanya dirinya bertekat menjadikan The Alana Hotel sebagai satu-satunya hotel dengan Food and Beverage (FnB) terkuat di kota Solo.

“Ya, kita sedang berada dijalur itu. Karena saya melihat bahwa FnB di banyak hotel di Solo belum tergarap maksimal, karenanya kita akan buat hotel ini menjadi surganya pecinta kuliner,” katanya.

Dia mengaku untuk menggenjot penjualan FnB, dirinya akan mengadakan inovasi-inovasi seperti festival makanan. Ini dilakukan mengingat respons tamu hotel dan masyarakat sekitar mengenai FnB cukup tinggi.

Dikatakan, bisnis hotel tidak bisa bergantung pada penjualan kamar. Persaingan yang semakin ketat menuntut manajemen untuk terus berinovasi dan menciptakan pasar baru.

“Kita akan selalu berinovasi sekreatif mungkin, untuk bisa terus berkembang terutama untuk kepuasan pelanggan kita,” jelas dia.

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge