0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paksa Anak Kandung Mengemis, EO Dipolisikan

Ilustrasi Pengemis (merdeka.com)

Timlo.net — Seorang warga Jalan Nelayan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, berinisial EO dilaporkan ke Mapolresta Pekanbaru. EO dilaporkan karena diduga memaksa empat orang anak kandungnya untuk mengemis.

“Ini masih membuat laporan ke PPA Polresta,” kata Ketua LPA Riau, Esther Yuliani, Jumat (1/4) yang melaporkan EO ke Mapolresta Pekanbaru.

Menurut Esther, dugaan eksploitasi ini dilakukan EO terhadap anaknya berinisial CRB, NAB, FAF, dan IB. Karena semua anaknya masih di bawah umur, perempuan 36 tahun itu akan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau.

“Tiga anak masih sekolah, yang pertama berusia 16 tahun. Sementara anak kedua dan ketiga di sekolah dasar serta anak paling kecil belum sekolah,” kata Esther.

Menurut Esther, hal ini dilakukan EO selaku ibu kandung empat anak itu tanpa ada campur tangan dari suaminya karena dalam kondisi sakit.

“Suami dari EO juga tidak tahu apa yang diperbuat sama istrinya. Jadi, dugaan eksploitasi ini dilakukan oleh EO,” jelas Esther.

Dikatakan Esther, EO menyuruh anak untuk mengemis di sejumlah titik di Kota Pekanbaru. Dia menargetkan anaknya untuk membawa uang Rp 100 ribu per hari.

“Kalau tidak sampai, EO diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya,” ucap Esther.

Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono, kasus ini masih diselidiki terkait dugaan kekerasan dan pemaksaan mengemis itu.

“Kita ambil keterangan korban didampingi LPA,” sebut Putut.

Pihaknya masih mendalami dan mencari motif EO sehingga memaksa mempekerjakan anak sebagai pengemis.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge