0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Memprihatinkan, SD Ini Kurang Dapat Perhatian

istimewa
Anggota Dewan dari Komisi IV meninjau lokasi SD Negeri Mojosongo 5 Solo dengan kondisi atap nyaris ambrol (istimewa)

Solo – Kondisi ruang belajar mengajar SD Negeri Mojosongo 5 Solo sangat memprihatinkan. Tiga ruang kelas di sekolah ini mengalami kerusakan di bagian atap. Untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, pihak sekolah memasang bambu penahan eternit. Praktis, kondisi tersebut mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar.

“Sementara, ruang kelas 4 pindah ke perpustakaan sekolah,” ungkap Guru Kelas SD Negeri Mojosongo 5, Bambang Sugeng Riyanto, Jumat (1/4).

Kondisi seperti itu, kata Bambang dirasakan sejak empat tahun lalu. Padahal, sebelumnya juga telah dilakukan perbaikan. Awalnya, kerusakan hanya bagian kecil atap ruang kelas. Namun, lantara tidak segera ditangani kerusakan makin parah. Padahal, pihak sekolah telah melaporkan kerusakan tersebut.

“Kami sudah lapor dua tahun yang lalu. Kemarin sudah ditinjau DPU, namun belum tahu kepastian pembenahannya kapan,” sebutnya.

Meski mengkhawatirkan, lanjut Bambang, pihak sekolah terpaksa masih menggunakan ruang kelas yang rusak tersebut. Namun, pihaknya berupaya untuk memastikan keamanan siswa tetap terjaga.

“Was-was juga menggunakannya. Kadang dipakai, kalau gak hujan. Tapi, kalau hujan pindah ke perpustakaan,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Paulus Haryoto mengatakan kondisi ruang kelas tersebut dianggap cukup mengkhawatirkan dan tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Usai berkoordinasi dengan dinas terkait, disebutkan bahwa perbaikan ruang kelas tersebut bakal segera direalisasikan dengan anggaran senilai Rp 200 juta.

“Proses lelang berjalan pada bulan April. Mudah-mudahan sesegera mungkin direhabilitasi,” ujar Politisi PDI-Perjuangan tersebut usai meninjau kondisi SD Negeri Mojosongo 5 Solo secara langsung.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge