0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PB PTMSI Berharap Program Naturalisasi

timlo.net/aryo yusri atmaja
Tim tenis meja Indonesia menempa diri menghadapi persaingan ke Olimpiade Brasil 2016 (timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) menginginkan adanya program naturalisasi bagi atlet Indonesia. PB PTMSI terinsipirasi oleh kekuatan sejumlah negara tetangga dengan naturalisasi pemain.

“Namun harus benar-benar dipertimbangkan secara matang. Atlet juga harus berdasarkan seleksi. Jangan sampai setelah bergabung namun malah tidak berkembang,” ujar pelatih pelatnas PB PTMSI, Haryono, kemarin.

Saat ini, pemain terbaik tenis meja di dunia cukup didominasi oleh atlet Tiongkok. Bahkan, beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, menggunakan jasa pemain dari Negeri Tiongkok hampir di seluruh skuadnya. Indonesia pun mencoba meniru langkah itu untuk meningkatkan kualitas prestasi.

Program naturalisasi pemain sedang dipertimbangkan PB PTMSI, terutama menyambut ajang terdekat yakni Asian Games 2018 mendatang. Sekjen PTMSI Anton Suseno di Jakarta saat acara Musyawarah Nasional (Munas) PB PTMSI pekan lalu mengatakan adanya pemain naturalisasi diharapkan bisa mendongkrak presatsi Indonesia.

Pihaknya mengakui bahwa setiap kali bertemu tim Tiongkok atau Singapura, selalu kesulitan.

“Setiap kali bertemu dengan mereka, sulit rasanya untuk bisa melewatainya,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge