0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengelola Parkir THR Protes Relokasi PKL City Walk

dok.timlo.net/rosyid
Jalan sebelah timur Stadio Sriwedari (dok.timlo.net/rosyid)

Solo — Pengelola lahan parkir di depan Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, Warto, memprotes relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) city walk gerobak kuning ke jalan di timur Stadion Sriwedari. Pasalnya, lahan yang ditempati PKL tersebut merupakan lahan parkir yang ia kelola.

“Saya sudah sejak tahun 80-an mengelola parkir di situ. Ini tanpa pemberitahuan sama sekali, lahan parkir saya dipakai PKL. Padahal saya rutin membayar retribusi dan pajak ke perparkiran (Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi),” keluh Warto, Jumat (1/4).

Diakui, lahan parkir tersebut memang tidak setiap hari dipakai. Lahan parkir tersebut hanya efektif di malam hari bila ada acara pentas dangdut di THR.

“Tapi kalau ada acara anak-anak TK ke THR, di situ saya pakai parkir,” kata dia.

Tak hanya itu, setiap Minggu di Car Free Day (CFD), ia juga mendapat pemasukan yang cukup besar dari lahan parkirnya itu. Ia mengkui hal itu cukup merepotkannya. Pasalnya, pendapatan dari parkir malam hari tidak cukup untuk menggaji karyawannya yang berjumlah 5 orang. Belum lagi ia masih harus membayar pajak perparkiran ke Dishubkominfo setiap bulan. Pemasukan parkir di malam hari hanya mencapai Rp 200 ribu per hari. Sedangkan untuk CFD, ia bisa meraup hingga Rp 400 ribu.

“Dipakai PKL begini, saya dapat uang dari mana? Kalau hanya mengandalkan malam hari paling saya hanya dapat Rp 200 ribu per hari. Itu saya harus menggaji 5 karyawan. Belum lagi untuk bayar pajak ke perparkiran,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge