0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minim Armada, Target 1.000 Ton Sampah Sulit Tercapai

dok.timlo.net/achmad khalik
TPA Putri Cempo, Mojosongo. Jebres, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Solo masih terhambat minimnya armada pengangkut sampah yang minim di Solo dan sekitarnya. Selain itu, jumlah sampah yang terkumpul masih di bawah standar minimal yang dibutuhkan PLTSa yaitu 1.000 ton per hari.

“Dengan armada yang ada sekarang, target minimal yang ditetapkan sulit tercapai,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo, Hasta Gunawan, Kamis (31/3).

Sampai sekarang, total sampah yang terkumpul di Solo baru 300 ton per hari. Ditambah sampah dari daerah sekitarnya, jumlah sampah ada hanya mencapai 700 ton. Jauh di bawah kebutuhan PLTSa.

Hasta mengakui potensi sampah di Solo dan sekitarnya mencapai setidaknya 2.000 ton per hari. Namun dengan kondisi saat ini, angka tersebut tidak bisa tercapai karena jumlah armada yang tersedia belum mampu mengangkut semua sampah yang dibuang masyarkat.

“Selain itu, harus ada armada khusus untuk daerah di luar Solo karena jaraknya jauh,” kata dia.

Menurut Direktur Pengolahan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) R. Sudirman, Balai Lingkungan Hidup dan DKP setiap daerah harus bekerja memecahkan permasalahan tersebut. Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi untuk segera merampungkan studi kelayakan (feasibility study) dan Detailed Engineering Design (DED) tahun ini.

“Kalau bisa tahun ini FS dan DED selesai, tahun 2017 dan 2018 pembanguan fisik,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge