0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penurunan Harga BBM Non Subsidi Dapat Memicu Permintaan

Antrian pelanggan di SPBU (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi pada akhir Maret ini diprediksi dapat mendongkrak permintaan dari pelanggan. Pasalnya disparitas atau selisih harga dengan BBM subsidi relatif lebih sedikit.

“Pada Maret ini, permintaan BBM nonsubsidi meningkat 35 persen. Hal itu karena pada awal bulan dan pertengahan bulan, pemerintah secara bertahap menurunkan harga,” ujar Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Soloraya, B. Sulistyo kepada wartawan, Kamis (31/3).

Dikatakan dia, dengan adanya penurunan kembali pada akhir bulan ini diprediksi akan dapat mendongkrak permintaan sekitar 25 persen. Kondisi tersebut wajar, mengingat selisih harga BBM non subsidi dengan yang subsidi semakin sedikit.

“Prediksi kita dengan adanya penurunan kembali ini, dapat meningkatkan penjualan BBM non subsidi mencapai 25 persen dari sebelumnya,” jelas dia.

Meskipun demikian, pihaknya akan berupaya menggenjot penjualan BBM non subsidi agar terus meningkat. Upaya yang dilakukan, diantaranya adalah memberikan promo kepada pelanggan, baik berupa voucher hotel maupun yang lainya.

“Pada April ini kita akan berikan beragam promo kepada pelanggan Pertamax dan Bright Gas. Dengan syarat, pelanggan harus melakukan pembelian dengan jumlah tertentu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge